PENGARUH FAKTOR INTERNAL

PENGARUH FAKTOR INTERNAL, FAKTOR EKSTERNAL,FAKTOR PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, DAN FAKTOR KESIAPAN INSTRUMEN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA
SISWA SMK TERANG BANGSA SEMARANG
SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai
Gelar Kesarjanaan S-1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Disusun oleh :
Nama : Yefta Bagus Santoso
NIM :13.30.0162
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2018
HALAMAN PERSETUJUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Nama: Yefta Bagus Santoso
NIM : 13.30.0162
Program Studi : Manajemen
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis
Judul : Pengaruh Faktor Internal, Faktor Eksternal, Faktor Pembelajaran Kewirausahaan dan Faktor Kesiapan Instrumen terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Telah disetujui dan diterima dengan baik oleh dosen pembimbing pada 30 Mei 2018.

Semarang, 30 Mei 2018
Eny Trimeiningrum, SE., M.SI
Dosen Pembimbing
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Yefta Bagus Santoso
NIM: 13.30.0162
Program Studi: Manajemen
Fakultas: Ekonomi Dan Bisnis
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul :
Pengaruh antara Faktor Internal, Faktor Eksternal, Faktor Pembelajaran dan Faktor Kesiapan Instrumen terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Terang Bangsa Semarang.”
Adalah hasil karya saya sendiri Apabila suatu saat ditemukan adanya manipulasi, plagiasi, ataupun bentuk-bentuk kecurangan lainnya yang berada di dalam penelitian ini, saya bersedia untuk bertanggung jawab dan menerima sanksi dalam bentuk apapun dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata, maupun dari Universitas Katolik Soegijapranata.

Semarang, 30 Mei 2018
Yefta Bagus Santoso
KATA PENGANTAR
Skipsi dengan judul “Pengaruh antara Faktor Internal, Faktor Eksternal, Faktor Pembelajaran dan Faktor Kesiapan Instrumen terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Terang Bangsa Semarang.” ini disusun untuk memenuhi syarat, guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak pihak yang membantu baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan kali ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada:
Tuhan Yesus Kristus yang selalu membantu dan menolong saya dimanapun dan kapanpun saya membutuhkanNya.

Papa, mama, dan seluruh keluarga yang senantiasa memberikan dukungan dan doa setiap saat.

Ibu Eny Trimeiningrum, SE., M.SI selaku dosen pembimbing saya yang sudah meluangkan waktunya dan sabar dalam membimbing saya dari awal hingga akhir peneiltian dengan selalu memberikan saran dan masukan.
Bapak DRS. Y. Sugiharto, MM dan Ibu DR Rustina Untari. Selaku tim penguji skripsi saya yang telah banyak memberi masukan dan saran untuk skripsi saya.

Bapak Sentot Suciarto A., Ph.D selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata dan seluruh staf pengajar yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang berguna sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan.

Bapak M. Widyanto, SE, MM Selaku dosen wali saya yang sudah mendukung saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
Pacar saya Tiara Sekar Adisty yang selalu mendukung dan membantu kapanpun saya butuhkan, dari awal hingga akhir penelitian.

Ibu Renny selaku Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Terang Bangsa yang telah memperbolehkan saya meneliti dan menyakan apa saja yang berkaitan dengan kurikulum kewirausahaan sekolah.

Teman-teman bimbingan dan seperjuangan dalam menyelesaikan skripsi saya, yang bersama-sama dari awal hingga akhir membantu dn selalu memberikan saran yang terbaik.

Teman-teman dalam grup [email protected] yang selalu memberikan semangat satu sama lain dalam menyelesaikan skirpsi dan memberikan saran yang terbaik untuk para sahabatnya.
Teman-teman Progdi Manajemen dan Konsentrasi Operasi angkatan 2013 yang sudah berjuang bersama semasa kuliah.

Semua pihak yang telah sangat membantu namun tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terima kasih untuk sekecil apapun doa dan dukungan yang telah kalian berikan kepada saya, semuanya berarti.
Semarang, 30 Mei 2018
Peneliti,
Yefta Bagus Santoso
DAFTAR ISI
Halaman Juduli
Halaman Persetujuanii
Halaman Pernyataan Keaslianiii
Kata Pengantariv
Daftar Isivi
Lampiranviii
Daftar Tabel
BAB IPENDAHULUAN1
Latar Belakang Masalah1
Perumusan & Pembatasan Masalah5
Tujuan & Manfaat Penelitian6
BAB IITINJAUAN PUSTAKA8
Minat Berwirausaha8
Factor Internal yang mempengaruhi minat berwirausaha9
Factor Eksternal10
Factor Pembelajaran Kewirausahaan11
Faktor Kesiapan Instrumen12
Kerangka Pikir14
Hipotesis15
BAB IIIMETODE PENELITIAN16
Tipe Penelitian17
Definisi Operasional17
Objek Penelitian21
Populasi, Sampel & Teknik Sampling21
Metode Pengumpulan Data22
Validitas & Reliabilitas Alat Ukur23
BAB IVHASIL & PEMBAHASAN26
Gambaran Umum SMK Terang Bangsa26
Karakteristik Responden27
Hasil Uji Validitas & Reliabilitas30
Kategorisasi Variabel33
Pengujian Analisis Regresi Berganda37
Pembahasan41
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN44
Kesimpulan44
Saran45
Daftar Pustaka46
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran AKuesioner Penelitian50
Lampiran BData Penelitian54
Lampiran CAnalisa Data59
Lampiran DFoto Copy Surat Penelitian87
DAFTAR TABEL
Tabel 1Kategorisasi Reliabilitas24
Tabel 2Karakteristik Responden berdasar Jenis Kelamin28
Tabel 3Karakteristik Responden berdasar Kelas29
Tabel 4Uji Validitas Minat Berwirausaha30
Tabel 5Uji Validitas Factor Internal31
Tabel 6Uji Validitas Factor Eksternal31
Tabel 7Uji Validitas Pembelajaran Kewirausahaan31
Tabel 8Uji Validitas Kesiapan Instrument32
Tabel 9Uji Reliabilitas32
Tabel 10Data Empiric Penelitian33
Tabel 11Kategorisasi Skor Minat Berwirausaha34
Tabel 12Kategorisasi Faktor Internal35
Tabel 13Kategorisasi Factor Eksternal35
Tabel 14Kategorisasi Pembelajaran Kewirausahaan36
Tabel 15Kategorisasi Kesiapan Instrmen36
Tabel 16Koefisien Determinan38
Tabel 17Uji Regresi38
Tabel 18Persamaan Liner38
Tabel 19Uji Hipotesis Factor Eksternal Dan Minat Berwirausaha40
Tabel 20Uji Hipotesis Factor Internal Dan Minat Berwirausaha40
Tabel 21Uji Hipotesis Pembelajaran Kewirausahaan Dan Minat Ber-
WiraUsaha41
Tabel 22Uji Hipotesis Kesiapan Instrument Dan Minat Berwirausaha41
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Indonesia saat ini dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat dalam hal lapangan pekerjaan, terutama menghadapi era globalisasi dan semakin terbukanya pasar dunia, karena itu sumber daya manusia diharapkan dapat memiliki kompetensi dan keterampilan khusus sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja yang tersedia. Persaingan yang ketat ini terlihat salah satunya dalam mencari pekerjaan. Tidak terserapnya seluruh pencari kerja berimbas pada masalah pengangguran.

Masalah pengangguran di Indonesia tahun 2017 menurut Badan Pusat Statistik yang dikutip oleh Tempo.Co (2017) tercatat bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun pada Februari 2017 sebesar 5,33 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,5 %. Meski pengangguran di tahun 2017 ini menurun, berdasarkan komposisi daerahnya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan di pedesaan, dimana pada Februari 2017 TPT di perkotaan sebesar 6,5 % sedangkan TPT di pedesaan hanya sebesar 4 %.

Untuk mengurangi angka pengangguran di perkotaan khususnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dikembangkannya semangat entrepreneurship sedini mungkin. Menjadi wirausaha memang merupakan tantangan yang sangat berat, sehingga membuat kebanyakan orang mencari aman dengan lebih memilih menjadi pegawai atau karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan daripada menjadi wirausaha. Seorang entrepreneur tidak muncul begitu saja tetapi ia melewati berbagai proses panjang, di antaranya adalah pembentukan karakter wirausaha yang bisa dimulai ketika seseorang masih anak-anak. Kewirausahaan merupakan salah satu jenis pelatihan yang dapat mengaktualisasikan diri dalam perilaku berwirausaha dan berjiwa wirausaha. Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (dikutip dari www.depkop.go.id, 2017) bahwa saat ini ratio wirausaha di Indonesia naik 3,1 % dimana sebelumnya tahun 2013 / 2014 lalu rasio wirausaha masih 1,6 % namun menurut Menkop Puspayoga, rasio wirausaha sebesar 3,1 % tersebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain seperti : Malaysia 5 %, China 10 %, Singapura 7 %. Menurutnya, bertumbuhnya wirausaha tak lepas dari peran serta berbagai pihak yang turut mendorong minat seseorang untuk berwirausaha.. Adapun berbagai faktor pendukung munculnya minat berwirausaha diantaranya faktor eksternal seperti : adanya dukungan keluarga dan lingkungan sosial. Dukungan orangtua / keluarga turut berperan dalam menyinergikan keberhasilan anak di dalam sekolah dan dunia usaha, orang tua dapat mengawasi dan mendorong anak agar lebih tangguh dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Selain itu adanya dukungan dari keluarga maupun lingkungan sosial lainnya juga membentuk banyak lulusan dari SMK Terang Bangsa yang kini menjadi wirausahawan yang sukses.
Pelajaran kewirausahaan yang diajarkan di sekolah khususnya SMK Terang Bangsa Semarang berwujud dalam beberapa kegiatan yakni: pertama, nilai-nilai pokok pendidikan kewirausahaan diajarkan terintegrasi pada semua mata pelajaran. Melalui intensitas yang tinggi dalam pengajaran nilai-nilai tersebut diharapkan bisa mempercepat proses internalisasi nilai-nilai itu oleh anak-anak. Kedua, idealnya pendidikan kewirausahaan berbasiskan kompetensi dan pengalaman langsung siswa. Siswa mesti dibekali dengan kompetensi tertentu dan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan atau praktek kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan harus disertai praktek, bukan hanya teori saja. Ketiga, guru tidak dapat mengajarkan bagaimana menjadi wirausaha tanpa dia sendiri wirausaha.

Saat ini, sekolah menengah kejuruan sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia, karena pada tingkat ini peserta didik tidak hanya diajarkan materi pengetahuan saja, namun diberi bekal ketrampilan sesuai minat masing masing peserta didik. Sedemikian halnya pada SMK Kristen Terang Bangsa. SMK Kristen Terang Bangsa yang memiliki empat program keahlian, yaitu program keahlian Pemasaran, Broadcasting TV, Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Peserta didik di sekolah ini dibekali dengan materi dan praktik yang dibutuhkan oleh dunia industri, dan diharapkan setelah lulus dari SMK Kristen Terang bangsa dapat langsung terjun ke dunia kerja. Lulusan yang siap kerja dan siap berwirausaha merupakan tantangan pendidikan di sekolah kejuruan. Oleh karena itu kewirausahaan diyakini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketidakseimbangan supply dan demand dalam bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Mengutip dari website SMK Kristen Terang Bangsa (dikutip dari smkterbang.sch.id, 2017) bahwa pada SMK Kristen Terang Bangsa Semarang, pemberian materi wirausaha antara lain untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini dan merupakan langkah yang baik untuk menyiapkan lahirnya lebih banyak lagi wirausaha di Indonesia.
Kegiatan kewirausahaan yang digalakkan di SMK Kristen Terang Bangsa Semarang diberikan dalam bentuk teori dan praktek, melalui kegiatan teori, siswa diajarkan untuk memahami hakikat wirausaha, sedangkan dengan kegiatan praktek diharapkan tumbuh sikap mental mandiri, kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi pada diri siswa sehingga mampu menciptakan dan membuka peluang usaha dalam kehidupan persaingan global yang semakin ketat.
Penelitian terkait hal ini telah dilakukan oleh Emilda Jusmin (2012), tentang “Latar belakang keluarga, kegiatan praktik di unit produksi sekolah, dan pelaksanaan pembelajaran kewirausahan terhadap kesiapan berwirausaha siswa SMK di Kabupaten Tanah Bumbu” memberikan hasil penelitian bahwa tingkat kesiapan berwirausaha siswa SMK masih rendah, latar belakang keluarga, kegiatan praktik, pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan berpengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kesiapan berwirausaha. Penelitian lain dari Retno Budi Lestari (2012) yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP, dan STIE MUSI” telah memberikan kesimpulan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha, dan minat berwirausaha mahasiswa juga diperkuat oleh faktor demografis seperti gender, pengalaman kerja, dan pekerjaan orang tua.

Penelitian ini merupakan kombinasi dari beberapa penelitian sebelumnya diantaranya penelitian Muladi Wibowo (2011), yang berjudul “Pembelajaran Kewirausahaan dan Minat Wirausaha Lulusan SMK” menyimpulkan bahwa minat siswa SMK untuk berwirausaha setelah lulus sekolah bisa disebabkan oleh faktor internal, faktor eksternal, faktor pembelajaran dan faktor kesiapan instrumen. Kegiatan pembelajaran kewirausahaan memberikan kontribusi yang paling tinggi terhadap minat siswa SMK di Kota Surakarta untuk berwirausaha setelah lulus dari sekolah. Pembelajaran yang dianggap memberikan kontribusi minat siswa meliputi praktek kerja industri, mata pelajaran kewirusahaan dan pelatihan sekolah di bidang kewirausahaan. Penelitian Nurul Indarti & Rokhima Rostiani (2008) tentang “Intensi Kewirausahaan Mahasiswa : Studi Perbandingan antara Indonesia, Jepang dan Norwegia” menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi intensi kewirausahaan berbeda antara satu Negara dengan Negara lainnya, dimana variable yang paling menentukan intensi kewirausahaan yaitu kepribadian, kesiapan instrument dan demografi. Penelitian dari Yudi Siswadi (2013), yang berjudul “Analisis Faktor Internal, Faktor Eksternal, dan Pembelajaran Kewirausahaan yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Berwirausaha” juga menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara ketiga variable bebas tersebut dengan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Serta penelitian dari Bambang Supriyatno (2017) tentang “Pengaruh Kepercayaan diri dan Motivasi terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Negeri” yang menghasilkan kepercayaan diri dan motivasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa.

Selain faktor eksternal yang berupa dukungan keluarga dan lingkungan sosial, faktor pembelajaran kewirausahaan seperti ketrampilan dan pengalaman langsung dalam berwirausaha juga diasumsikan dapat meningkatkan minat seseorang dalam berwirausaha. Hal ini didukung oleh pernyataan Lent, Sheu, Singley, Schimidt, Schmidt & Gloster (dalam Farzier et al , 2012) bahwa minat karir berwirausaha seseorang dibentuk melalui pengalaman langsung atau pengalaman yang mengesankan dan hal ini akan menyediakan kesempatan bagi individu untuk mempraktekkan, memperoleh umpan balik dan mengembangkan ketrampilan yang mengarah pada efikasi personal dan pengharapan atas hasil yang memuaskan. Sedangkan faktor intrinsic berupa dorongan dari dalam diri yang dapat menumbuhkan minat berwirausaha yaitu motivasi berprestasi dan self efficacy. Hal ini didukung penelitian Nastiti dkk (2010) yang menyatakan bahwa minat berwirausaha siswa dipengaruhi oleh kebutuhan akan pencapaian / prestasi, locus of control, efikasi diri dan kesiapan instrument.

Berdasarkan data tersebut dan berdasarkan beberapa penjelasan di awal, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh antara Faktor Internal, Faktor Eksternal, Faktor Pembelajaran dan Faktor Kesiapan Instrumen terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Terang Bangsa Semarang.”
Perumusan dan Pembatasan Masalah
Sehubungan hal di atas maka diajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut :
Apakah terdapat pengaruh faktor internal terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang ?
Apakah terdapat pengaruh faktor eksternal terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang ?
Apakah terdapat pengaruh faktor pembelajaran terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang ?
Apakah terdapat pengaruh kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang ?
Apakah terdapat pengaruh secara bersama – sama antara faktor ekseternal (dukungan keluarga, lingkungan sosial), faktor internal (motivasi berprestasi, kepribadian), faktor pembelajaran kewirausahaan (ketrampilan dan pengalaman langsung) dan faktor kesiapan instrument (pendidikan kewirausahaan) terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK ?
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian
Untuk menganalisis pengaruh faktor internal terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Untuk menganalisis pengaruh faktor pembelajaran terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Untuk menganalisis pengaruh kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Untuk menganalisis pengaruh secara bersama – sama antara faktor ekseternal (dukungan keluarga, lingkungan sosial), faktor internal (motivasi berprestasi, kepribadian), faktor pembelajaran kewirausahaan (ketrampilan dan pengalaman langsung) dan faktor kesiapan instrument (pendidikan kewirausahaan) terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan teori, terutama mengenai minat berwirausaha terkait faktor internal, faktor eksternal, faktor pembelajaran, dan kesiapan instrumen, selain itu juga untuk memperkaya wawasan pengetahuan
Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat praktis sebagai berikut :
Bagi siswa
Sebagai acuan untuk mengembangkan minat dan potensi kewirausahaan dalam diri.

Bagi Sekolah
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi sekolah sebagai pemerhati materi kewirausahaan dalam mengembangkan minat berwirausahanya melalui faktor internal, eksternal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan intrumen di sekolah.

Bagi Universitas
Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi bahan wawasan pengetahuan sekaligus sebagai pembuktian mengenai seberapa besar pengaruh faktor internal, faktor eksternal, faktor pembelajaran, dan kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teoritis
Minat Berwirausaha
Kewirausahaan
Menurut Hisrich, R.D & Peters, M.P. (1995), kewirausahaan merupakan proses menciptakan sesuatu yang baru dan mengambil segala resiko dan imbalannya sedangkan wirausaha adalah seorang innovator yaitu seseorang yang mengembangkan sesuatu yang unik dan berbeda. Siagian, S & Asfahani (1995) mendefinisikan kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri ataupun memberikan pelayanan yang lebih pada pelanggan / masyarakat dengan selalu berusaha mencari dan melayani pelanggan lebih banyak dan lebih baik serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan lebih menerapkan cara kerja yang lebih efisien melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.

Minat berwirausaha
Aiken (1994) mengungkapkan definisi minat sebagai kesukaan terhadap kegiatan melebihi kegiatan lainnya. Ini berarti minat berhubungan dengan nilai- nilai yang membuat seseorang mempunyai pilihan dalam hidupnya (Anastasia dan Urbina, 1997). Selanjutnya, minat merupakan suatu perangkat mental yang terdiri dari campuran antara perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut, atau kecederungan lain yang mengarahkan seseorang kepada suatu pilihan tertentu (Mappiare dalam Ginting, 2005). Menurut Sandjaja (2018) minat merupakan suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek-aspek lingkungan. Selain itu, minat juga merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang. Meichati (1998) mengartikan minat sebagai perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi/berkontribusi terhadap minat siswa untuk berwirausaha menurut hasil penelitian Muladi Wibowo (2011) diantaranya faktor internal, faktor eksternal, faktor pembelajaran dan kesiapan intrumen.
Menurut Penelitian Bambang Supriyatno (2017) tentang “Pengaruh Kepercayaan Diri dan Motivasi terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Ngawi” mengemukakan ada beberapa indikator minat berwirausaha yaitu kesadaran berwirausaha, dan kemauan berwirausaha.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha
Motivasi Berwirausaha
Menurut penelitian Adhe Octavionica (2016) tentang “Pengaruh Motivasi Berwirausaha serta Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung” menyatakan bahwa indikator seseorang memiliki motivasi berwirausaha diantaranya :
Inovatif dan kreatif
Memiliki jiwa kepemimpinan
Self Efficacy
Self efficacy memiliki pengaruh pada sistematika perilaku yang diwujudkan oleh seorang individu. Manakala indivdiu tersebut tidak meyakini bahwa usaha yang dilakukannya tidak mendapatkan hasil, maka individu tersebut akan cenderung untuk tidak berusaha mencapai tujuannya (Bandura, 1986).

Menurut Natilawati dalam hasil penelitian Ani Murwni Muhar (2013) ada beberapa ciri seorang individu memiliki efikasi diri yang tinggi, diantaranya :
Mengharapkan hasil yang diperoleh dari kemampuan optimal diri sendiri
Suka akan rintangan dan kurang suka pada tugas yang memiliki tingkat kesulitan rendah
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha
Menurut penelitian Muladi Wibowo (2011), menyatakan bahwa faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan pergaulan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap minat siswa SMK. Teori konvergensi (Walgito, 2004) menyatakan bahwa lingkungan sekitar mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu. Selain itu menurut penelitian Yudi Siswadi (2013), faktor eksternal yang mempengaruhi minat berwirausaha ada dua macam yaitu lingkungan keluarga (seperti : pekerjaan orangtua, dukungan orangtua) dan lingungan sosial (seperti : budaya, pergaulan).
Menurut Kuncoro (2002), adapun indikator / bentuk dukungan keluarga tersebut ada empat macam yaitu:
Dukungan penghargaan, yaitu suatu dukungan yang berasal dari keluarga terkait dengan kemampuan dan keahlian yang didapatkan
Dukungan materi, yaitu berupa bantuan keuangan ataupun pemberian barang-barang
Dukungan informasi, berupa pemberian informasi, saran dan umpan baliktentang cara mengenal dan mengatasi masalah yang dihadapi
Dukungan emosional, diberikan berupa empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang lain seperti reward/pujian.

Menurut penelitian Purnomo (2015), lingkungan sosial terdiri dari tiga indikator yaitu
Lingkungan sosial keluarga, yang berupa cara orangtua mendidik, relasi dengan sesama keluarga dan perhatian orangtua maupun keluarga
Lingkungan sosial sekolah, yang berupa relasi siswa dengan guru, serta relasi siswa dengan siswa
Lingkungan sosial masyarakat, yang berupa kegiatan siswa dalam masyarakat, media masa dan teman bergaul.

Faktor Pembelajaran Kewirausahaan
Pola pembelajaran kewirausahaan menurut Eman Suherman (2008) ditambah satu unsur (Farzier & Niehm, 2008) serta hasil penelitian Yudi Siswadi (2013) diantaranya :
Ketrampilan, yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk berwirausaha. Oleh karena itu dalam konteks ini pembelajaran kewirausahaan membekali peserta didik dengan teknik produksi dan manajemen. Chang dan Rieple dalam penelitian Irawan & Mulyadi (2016) mengemukakan bahwa ada empat indikator dalam menilai keterampilan wirausaha, yaitu:
Technical Skills. Sejumlah wirausahawan yang sukses memiliki kompetensi dalam mengelola operasional, diluar dasar produksi produk atau layanan. Termasuk kemampuan mengelola rantai pasokan dan mempunyai pengetahuan tentang teknologi baru.
Management Skills. Keterampilan ini meliputi perencanaan dan pengorganisasian, mengidentifikasi pelanggan dan saluran distribusi, mengelola sumber daya dan kemampuan mengatur di tempat yang tepat dan struktur system control. Keterampilan ini termasuk keterampilan tingkat tinggi, seperti mencari pemecahan masalah, kemampuan untuk membangun kemapuan inti dan kemampuan menangani karyawan secara efektif
Entrepreneurship skills. Keterampilan ini meliputi perencanaan bisnis, peka terhadap peluang, analisis lingkungan bisnis dan kemapuan mengakses keahlian eksternal.
Personal maturity skills. Keterampilan ini meliputi kesadaran diri, kemampuan merefleksikan apa yang terjadi, mengenali dan memperbaiki kelemahan, bertanggung jawab untuk memecahkan masalah dan kemampuan untuk menghasilkan solusi
Pengalaman langsung, berupa pemagangan atau melakukan aktivitas didampingi mentor yang kemudian akan dijadikan role model bagi peserta didik. Menurut Hamalik dalam penelitian Fadlilah, Wahyuni & Noviani (2016) bahwa seseorang dikatakan berpengalaman apabila telah memiliki tingkat penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan bidang keahliannya, adapun pengalaman terdiri dari dua indikator yaitu
Pengalaman langsung, yang diperoleh karena partisipasi langsung atau praktek
Pengalaman pengganti yang diperoleh melalui observasi langsung
Faktor Kesiapan Intrumen
Menurut Indarti (2004) dalam penelitiannya yang berjudul “Factors Affecting Entrepreneurial Intentions Among Indonesian Students” menyebutkan bahwa tiga faktor lingkungan yang dalam hal ini disebut kesiapan instrument dipercaya dapat mempengaruhi wirausaha yaitu akses modal, informasi dan kualitas jariangan sosial yang dimilikinya. Selain itu, Ani Murwani Muhar (2013) jugan menyatakan hal serupa mengenai faktor kesiapan instrument diantaranya :
Akses Modal
Menurut Indarti (2008), menyebutkan bahwa akses kepada modal menjadi salah satu penentu kesuksesan suatu usaha. Menurut penelitian Purwanti (2012), modal usaha terbagi menjadi tiga indikator, yaitu :
Modal investasi
yaitu jenis modal usaha yang harus dikeluarkan yang biasanya dipakai dalam jangka panjang.

Modal kerja
yaitu modal yang harus dikeluarkan untuk membuat atau membeli barang dagangan dan biasanya dikeluarkan tiap bulan atau waktu tertentu.

Modal operasional
yaitu modal usaha yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya operasional bulanan seperti membayar gaji pegawai, listrik dan sebagainya.

Jaringan sosial
Bagi wirausaha, jaringan merupakan alat mengurangi resiko dan biaya transaksi serta memperbaiki akses terhadap ide-ide bisnis, informasi dan modal. Menurut penelitian Sientra (2017), jejaring sosial terdiri dari tiga indikator, yaitu
Jaringan sosial keluarga
Jumlah anggota keluarga yang membantu proses penggagasan bisnis
Jaringan sosial teman
Terdiri dari : Jumlah teman dalam lingkungan universitas, jumlah teman diluar universitas serta jumlah teman dalam kelompok bisnis
Jaringan sosial formal
Jumlah pakar atau ahli yang membantu proses penggagasan bisnis
Kerangka Pikir Penelitian
Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi tingginya minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa diantaranya faktor eksternal yaitu adanya dukungan keluarga untuk berwirasuaha, lingkungan sosial seperti : teman, sekolah, masyarakat turut mendukung munculnya minat siswa berwirausaha dan ekspektasi pendapatan yang besar saat berwirausaha nantinya juga semakin meningkatkan minat berwirausaha. Sedangkan faktor internal, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri individu seperti adanya motivasi berprestasi dan kepribadian turut mendukung munculnya minat berwirausaha. Pada faktor pembelajaran seperti : ketrampilan yang dimiliki dan pengalaman langsung juga dapat meningkatkan minat berwirausaha. Dan faktor terakhir adalah faktor kesiapan instrument berupa adanya pendidikan kewirausahaan di sekolah tersebut juga diasumsikan dapat meningkatkan minat berwirausahaan siswa . Berdasarkan uraian di atas maka kerangka teoritisnya adalah sebagai berikut :
-173355268605Faktor Internal (X2)
Motivasi berwirausaha
Self Efficacy
Faktor Eksternal (X1)
Dukungan keluarga
Lingkungn sosial
Faktor Pembelajaran Kewirausahaan (X3) (Yudi Siswadi, 2013)
Ketrampilan
Pengalaman
Faktor Kesiapan Instrumen (X4)
Modal
Jaringan sosial
Minat Berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa (Y)
( Bambang Supriyatno (2017)
Kesadaran berwirausaha
Kemauan berwirausaha
H1
H2
H3
H4
H5
00Faktor Internal (X2)
Motivasi berwirausaha
Self Efficacy
Faktor Eksternal (X1)
Dukungan keluarga
Lingkungn sosial
Faktor Pembelajaran Kewirausahaan (X3) (Yudi Siswadi, 2013)
Ketrampilan
Pengalaman
Faktor Kesiapan Instrumen (X4)
Modal
Jaringan sosial
Minat Berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa (Y)
( Bambang Supriyatno (2017)
Kesadaran berwirausaha
Kemauan berwirausaha
H1
H2
H3
H4
H5

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian
Keterangan :
77597012445900Garis = Hubungan secara parsial (X1 terhadap Y, X2 terhadap Y,
X3 terhadap Y dan X4 terhadap Y)
7766059778900Garis= Hubungan secara simultan / bersama-sama (X1,X2,X3,X4
terhadap Y)
Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu :
H1= Ada pengaruh positif antara faktor eksternal terhadap minat
berwirausaha siswa SMK
H2= Ada pengaruh pengaruh positif antara faktor internal terhadap
minat berwirausaha siswa SMK
H3 = Ada pengaruh positif antara faktor pembelajaran kewirausahaan
terhadap minat berwirausaha siswa SMK
H4= Ada pengaruh postif antara faktor kesiapan instrument terhadap
minat berwirausaha siswa SMK
H5= Ada pengaruh secara bersama – sama antara faktor eksternal
(dukungan keluarga, lingkungan sosial), faktor internal (motivasi
berwirausaha, self efficasy), faktor pembelajaran kewirausahaan
(ketrampilan dan pengalaman langsung) dan faktor kesiapan
instrument (modal dan jaringan sosial) terhadap tingginya minat
berwirausaha siswa SMK.

BAB III
METODE PENELITIAN
Tipe Penelitian
Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional, yaitu hubungan antara variable bebas yang mempengaruhi variable terikat.
Definisi Operasional
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Variabel Tergantung : Minat Berwirausaha
Kesadaran berwirausaha
Kemauan berwirausaha

Variabel Bebas : Faktor Eksternal
Dukungan keluarga untuk berwirusaha
Lingkungan sosial
Faktor Internal
Motivasi berwirausaha
Self efficasy
Faktor Pembelajaran kewirausahaan
Ketrampilan
Pengalaman
Faktor Kesiapan Intrumen
Modal berwirausaha
Jaringan sosial untuk mengembangkan wirausaha
Minat Berwirausaha
Yaitu kesukaan atau ketertarikan seseorang untuk berwirausaha tanpa takut menghadapi resiko. Adapun pengukuran minat berwirausaha menurut Bambang Supriyatno (2017), yaitu:
Kesadaran untuk berwirausaha, yaitu individu sadar akan pentingnya menciptakan lapangan usaha sendiri
Kemauan berwirausaha, yaitu individu memiliki keinginan yang kuat untuk mau berwirausaha sendiri
Indikator pengukuran minat berwirausaha ini, peneliti ambil hanya dua aspek saja karena dari keduanya menurut peneliti sudah cukup mewakili karakteristik pada minat berwirausaha. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula minat berwirausaha yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula minat berwirausaha yang dimiliki
Faktor Eksternal
Pengukuran faktor eksternal ini didasarkan pada hasil penelitian Muladi Wibowo (2011), faktor eksternal yang turut meningkatkan minat berwirausaha ada dua yaitu dukungan keluarga, dan lingkungan sosial
Dukungan keluarga untuk berwirausaha
Menurut Kuncoro (2002), adapun indikator / bentuk dukungan keluarga tersebut ada empat macam yaitu Dukungan penghargaan, Dukungan materi, Dukungan informasi , Dukungan emosional
Lingkungan sosial
Menurut Purnomo (2015), lingkungan sosial terdiri dari Lingkungan sosial keluarga, Lingkungan sosial sekolah, Lingkungan sosial masyarakat
Adapun alasan peneliti memilih kedua indicator tersebut karena keduanya merupakan indicator yang cukup mewakili variable faktor eksternal dalam berwirausaha. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula faktor eksternal dalam meningkatkan minat berwirausaha, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula faktor eksternal mempengaruhi minat berwirausaha
Faktor Internal
Motivasi Berwirausaha
Motivasi berwirausaha dapat diartikan sebagai dorongan dari dalam diri individu untuk berani menghadapi tantangan dan resiko untuk mencapai kesuksesan. Menurut penelitian Adhe Octavionica (2016) menyatakan bahwa indikator seseorang memiliki motivasi berwirausaha diantaranya :
Inovatif dan kreatif
Memiliki jiwa kepemimpinan
Adapun alasan peneliti mengambil dua indicator motivasi berwirausaha karena kedua indicator tersebut dapat mewakili pengukuran variable motivasi berwirausaha. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula motivasi berprestasi yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula motivasi berprestasi yang dimiliki.

Self Efficasy
Self efficacy yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Menurut Natilawati dalam hasil penelitian Ani Murwni Muhar, (2013) ada beberapa ciri seorang individu memiliki efikasi diri yang tinggi, diantaranya :
Mengharapkan hasil yang diperoleh dari kemampuan optimal diri sendiri
Suka akan rintangan dan kurang suka pada tugas yang memiliki tingkat kesulitan rendah
Adapun alasan peneliti memilih kedua indicator tersebut karena kedua indicator tersebut dapat mewakili dalam pengukuran variable self efficacy. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula self efficacy yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula self efficacy yang dimiliki.

Faktor Pembelajaran Kewirausahaan
Pengukuran pola pembelajaran kewirausahaan menurut Eman Suherman (2008) ditambah satu unsur (Farzier & Niehm, 2008) serta hasil penelitian Yudi Siswadi (2013) yang terdiri dari
Ketrampilan untuk berwirausaha
Chang & Rieple dalam penelitian Irawan & Mulyadi (2016), ada empat indikator dalam ketrampilan beriwrausaha, yaitu Technical skill, Management skill, Entrepreneurship skill, Personal maturity skill
Pengalaman berwirausaha
Menurut Hamalik dalam penelitian Fadlilah, Wahyuni & Noviani (2016) bahwa seseorang dikatakan berpengalaman, adapun pengalaman terdiri dari 2 indikator yaitu
Pengalaman langsung, yang diperoleh karena partisipasi langsung atau praktek
Pengalaman pengganti yang diperoleh melalui observasi langsung
Adapun alasan peneliti mengambil kedua indicator tersebut karena keduanya sudah dapat mewakili pengukuran variable faktor pembelajaran kewirausahaan. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula kemampuan pembelajaran kewirausahaan yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula kemampuan pembelajaran kewirausahaan yang dimiliki.

Faktor Kesiapan instrument
Menurut Indarti (2004) dalam penelitiannya yang berjudul “Factors Affecting Entrepreneurial Intentions Among Indonesian Students” menyebutkan bahwa tiga faktor lingkungan yang dalam hal ini disebut kesiapan instrument yaitu
Akses modal berwirausaha
Purwanti (2012), modal usaha terbagi menjadi tiga indikator yaitu Modal investasi, Modal kerja, Modal operasional
Jaringan sosial yang dimilikinya.
Sientra (2017), menyebutkan jejaring sosial terdiri dari tiga indikator yaitu Jaringan sosial keluarga, Jaringan sosial teman, Jaringan sosial formal
Adapun alasan peneliti mengambil kedua indicator tersebut karena keduanya sudah dapat mewaliki pengukuran variable faktor kesiapan instrument. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi pula kesiapan instrument yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada kuesioner ini maka semakin rendah pula kesiapan instrument yang dimiliki.

Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah SMK Terang Bangsa Semarang. Adapun alasan peneliti melakukan penelitian ditempat ini adalah
Belum pernah ada penelitian sejenis yang dilaksanakan di SMK Terang Bangsa Semarang
Lokasi penelitian yang mudah dijangkau
SMK Terang Bangsa merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan kurikulum berbasis kewirausahaan
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
Populasi
Populasi penelitian ini adalah para siswa SMK Terang Bangsa Semarang
Sampel
Responden penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada kriteria tertentu (Sugiyono, 2002). Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa SMK kelas 2 dan kelas 3 yang masih aktif di tahun ajaran 2017/2018. Jumlah sampel yang diambil dari kedua kelas tersebut adalah 100 siswa.

Metode Pengumpulan Data
Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif yang peneliti ambil berupa : Usia, Nama Siswa, Jumlah siswa. Sedangkan data kuantitatif yang peneliti gunakan adalah data kontinum yang berasal dari jawaban responden saat mengisi kuesioner.

Sumber Data
Data Primer
Data primer adalah data yang berasal dari sumber / responden langsung.. Adapun data ini diperoleh dari kuesioner yang diisi langsung responden yang berada di SMK Terang Bangsa Semarang
Data Sekunder
Merupakan data yang berasal secara tidak langsung seperti : dokumen, foto, raport, data kesiswaan dan sebagainya. Data sekunder dalam penelitian ini antara lain : data siswa yang aktif di tahun ajaran 2016/2017 terutama siswa kelas X dan kelas XII
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyebarkan kuesioner / angket secara langsung kepada siswa SMK Terang Bangsa. Dalam kuesioner ini, terbagi dalam beberapa halaman yang mewakili variable yang ada. Pernyataan yang terlampir dalam kuesioner ini mewakili indicator yang telah ditentukan. Pengukuran variable sendiri dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang didasarkan dengan metode skoring sebagai berikut :
Sangat Setuju (SS)= Diberi bobot / skor 5
Setuju (S)= Diberi bobot / skor 4
Netral (N)= Diberi bobot / skor 3
Tidak Setuju (TS)= Diberi bobot / skor 2
Sangat Tidak Setuju (STS)= Diberi bobot / skor 1
Adapun bobot / skor 1 menunjukkan bahwa responden / subjek tidak mendukung terhadap pernyataan yang diberikan (unfavourable), sedangkan bobot / skor 5 menunjukkan bahwa responden / subjek mendukung terhadap pernyataan yang diberikan (favourble).

Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner ( Ghozali, 2005). Uji validitas menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur benar-benar cocok atau sesuai dengan alat ukur yang diinginkan. Untuk menguji ketepatan kuesioner digunakan rumus koefisien korelasi product moment yang dikemukakan oleh Karl Pearson. Pengujian validitas pada taraf yang signifikan digunakan adalah = 5 %
Bila r hitung > r tabel maka kuesioner dinyatakan valid
Bila r hitung < r tabel maka kuesioner dinyatakan tidak valid / gugur
Uji reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu ukuran kestabilan dan konsistensi reponden yang menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variable dan disusun dalam bentuk kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliable atau handal bila jawaban subjek terhadap pertanyaan / pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Kategori koefisien reliabilitas menurut Guilford (1956) sebagai berikut :
Tabel 1. Kategori Reliabilitas
Rentang Kategori Reliabilitas
0,800 – 1,00 Reliabilitas sangat tinggi
0,600 – 0,800 Reliabilitas tinggi
0,400 – 0,600 Relibilitas sedang
0,200 – 0,400 Relibilitas rendah
Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variable independent (X) terhadap variable dependent (Y). untuk itu diformulasikan model regresi berganda sebagai berikut :
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + e
Dimana :
Y= Minat berwirausaha
a= Konstanta
b1,b2,b3,b4= Koefisien regresi berganda
X1= Faktor Eksternal
X2= Faktor Internal
X3= Faktor Pembelajaran Kewirausahaan
X4= Faktor kesiapan instrument
e= error / kesalahan
Uji F
Digunakan untuk mengetahui pengaruh variable predictor secara bersama-sama (simultan) terhadap variable terikat. Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig. dimana apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variable predictor terhadap variable terikat.
Uji t
Uji t digunakan untuk menguji secara parsial tentang seberapa jauh pengaruh satu variable prediktor secara individual dalam menerangkan variasi variable terikat, dimana = 0,05 (Ghozali, 2005).

Merumuskan hipotesis
H0 : Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan variable X terhadap Y
Ha : Ada pengaruh positif dan signifikan variable X terhadap Y
Kriteria penerimaan hipotesis :
Jika sig < 0,05 maka Ha diterima
Jika sig > 0,05 maka Ha ditolak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran umum SMK Terang Bangsa
Penelitian ini akan di laksanakan di SMK Kristen Terang Bangsa yang beralamat di Jalan Arteri Utara Kompleks Grand Marina Semarang. Sekolah ini memiliki visi untuk menjadikan generasi yang takut akan Tuhan dan berdedikasi pada kesejahteraan manusia seutuhnya. Misi dari SMK Terang Bangsa yaitu :
Menggali dan memunculkan potensi peserta didik sesuai dengan talenta dan keanggupan yang Tuhan berikan
Mengembangkan dan mengarahkan potensi peserta didik untuk menjadi seorang yang ahli di bidangnya yang mengasihi Tuhan
Program pembelajaran yang diterapkan di SMK Terang Bangsa dibagi menjadi empat konsentrasi keahlian yaitu
Pemasaran (Konsentrasi keahlian entrepreneurship)
Teknik produksi dan program penyajian pertelevisian
Agribisnis tanaman pangan dan Hortikultura
Teknik pengolahan hasil pangan
PROGRAM PEMBELAJARAN
Program pembelajaran Pemasaran (Konsentrasi keahlian entrepreneurship) akan dilaksanakan dalam 3 tingkat
A. Level I semester 1 dan 2 Entrepreneurial Communicator
B. Level II semester 3 dan 4 Entrepreneurial Leader
C. Level III semester 5 dan 6 Entrepreneurial Business Creator
Program pembelajaran Teknik Produksi dan Program Penyajian Pertelevisian akan dilaksanakan dalam 3 tingkat
A. Level I semester 1 dan 2 Broadcasting Crew
B. Level II semester 3 dan 4 Broadcasting Director
C. Level III semester 5 dan 6 Broadcasting Producer
Program pembelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura akan dilaksanakan dalam 3 tingkat
A. Level I semester 1 dan 2 Conventional Agribusiness
B. Level II semester 3 dan 4 Technical Agribusiness
C. Level III semester 5 dan 6 Agribusniness Innovation
Program pembelajaran Teknik Pengolahan Hasil Pangan akan dilaksanakan dalam 3 tingkat
A. Level I semester 1 dan 2 Food Handling and Controling
B. Level II semester 3 dan 4 Food Production
C. Level III semester 5 dan 6 Food Creation
Sumber : Data Sekunder, 2018
Karakteristik Responden
Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa SMK kelas 2 dan kelas 3 yang masih aktif di tahun ajaran 2017/2018. Jumlah sampel yang diambil dari kedua kelas tersebut adalah 100 siswa. Adapun karakteristik sampel berdasar jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2
Karakteristik Responden berdasar Jenis Kelamin di SMK Terang Bangsa
Karakteristik Frekuensi Persentase (%)
Laki-laki 59 59
Perempuan 41 41
Total 100 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018

Berdasarkan data pada tabel 2 di atas, terlihat bahwa siswa laki-laki lebih mendominasi dibandingkan siswa perempuan dimana siswa laki-laki berjumlah 59 orang (59%) dan siswa perempuan sejumlah 41 orang (41%).
Selain itu karakteristik berdasarkan kelas yang peneliti ambil juga dapat dilihat pada tabel 3
Tabel 3
Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas
Karakteristik Frekuensi Persentase (%)
Kelas 2 49 49
Kelas 3 51 51
Total 100 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018

Berdasarkan data dari tabel 3 diatas, terlihat bahwa jumlah siswa yang peneliti ambil di SMK Terang Bangsa kelas 2 sejumlah 49 orang (49 %) dan siswa di kelas 3 sejumlah 51 orang (51 %).

Hasil uji validitas dan reliabilitas
Uji Validitas
Uji validitas menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur benar-benar cocok atau sesuai dengan alat ukur yang diinginkan. Pengujian validitas pada taraf yang signifikan digunakan adalah = 5 % . Adapun nilai r t 5% = 0,164 (N = 100).

Bila r hitung > r tabel maka kuesioner dinyatakan valid
Bila r hitung < r tabel maka kuesioner dinyatakan tidak valid / gugur
Minat Berwirausaha
Uji Validitas pada variable minat berwirausaha dapat dilihat pada tabel 4. Pada tabel tersebut terlihat bahwa dari 4 item yang disusun kesemuanya dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel 5 % = 0,164. Kisaran validitasnya berkisar antara 0,378 – 0,611
Tabel 4
Uji validitias minat berwirausaha
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
M1 0,547 0,164 Valid
M2 0,538 0,164 Valid
M3 0,611 0,164 Valid
M4 0,378 0,164 Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Faktor internal
Uji validitas pada faktor internal dapat dilihat pada tabel 5. Pada tabel tersebut terlihat bahwa dari 4 item yang disusun kesemuanya dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel 5 % = 0,164. Kisaran validitasnya berkisar antara 0,538 – 0,735
Tabel 5
Uji validitias faktor internal
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
IN 1 0,538 0,164 Valid
IN 2 0,650 0,164 Valid
IN 3 0,735 0,164 Valid
IN 4 0,623 0,164 Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Faktor eksternal
Uji validitas pada faktor eksternal dapat dilihat pada tabel 6. Pada tabel tersebut terlihat bahwa dari 4 item yang disusun kesemuanya dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel 5 % = 0,164. Kisaran validitasnya berkisar antara 0,212 – 0,495
Tabel 6
Uji validitas faktor eksternal
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
EKS 1 0,212 0,164 Valid
EKS 2 0,401 0,164 Valid
EKS 3 0,495 0,164 Valid
EKS 4 0,230 0,164 Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Pembelajaran kewirausahaan
Uji validitas pada pembelajaran kewiarusahaan dapat dilihat pada tabel 7. Pada tabel tersebut terlihat bahwa dari 4 item yang disusun kesemuanya dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel 5 % = 0,164. Kisaran validitasnya berkisar antara 0,216 – 0,527
Tabel 7
Uji validitas pembelajaran kewirausahaan
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
PK 1 0,376 0,164 Valid
PK 2 0,527 0,164 Valid
PK 3 0,402 0,164 Valid
PK 4 0,216 0,164 Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Kesiapan instrument
Uji validitas pada kesiapan instrumen dapat dilihat pada tabel 8. Pada tabel tersebut terlihat bahwa dari 4 item yang disusun kesemuanya dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel 5 % = 0,164. Kisaran validitasnya berkisar antara 0,400 – 0,681
Tabel 8
Uji validitas kesiapan instrumen
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
KI 1 0,681 0,164 Valid
KI 2 0,611 0,164 Valid
KI 3 0,681 0,164 Valid
KI 4 0,400 0,164 Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu ukuran kestabilan dan konsistensi reponden yang menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variable dan disusun dalam bentuk kuesioner. Uji reliabilitas dimasing-masing variable dapat dilihat pada tabel 9
Tabel 9
Uji Reliabilitas
Variabel Nilai Reliabilitas Keterangan
Minat berwirausaha 0,726 Reliabel
Faktor internal 0,810 Reliabel
Faktor eksternal 0,534 Reliabel
Pembelajaran kewirausahaan 0,590 Reliabel
Kesiapan instrument 0,782 Reliabel
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Kategorisasi variable
Sebelum dilakukan Kategorisasi skor pada masing-masing variable sebaiknya ditentukan terlebih dahulu Data Mean Empirik dan Mean Hipotetik Variabel Penelitiannya. Adapun data mean empirik dan mean hipotetik dapat diliihat pada tabel 10.

Tabel 10
Data Empirik Penelitian
Variabel Data Empirik
Min Maks Mean SD
Minat berwirausaha 4 20 11,61 3,53
Faktor internal 5 20 12,81 3,66
Faktor eksternal 4 18 12.40 2,93
Pembelajaran kewirausahaan 10 20 13,90 2,23
Kesiapan instrument 4 20 12,54 3,65
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Berdasarkan data di atas terlihat bahwa pada variable minat berwirausaha memiliki nilai minimum empirik = 4; nilai maksimum empirik = 20; mean empirik = 11,61 dan SD empirik = 3,53 , berarti minat berwirausaha termasuk kategori sedang. Pada variable faktor internal memiliki nilai minimum empirik = 5; nilai maksimum empirik = 20; mean empirik = 12,81 dan SD empirik = 3,66 , ini berarti factor internal termasuk kategori sedang . Variabel faktor eksternal memiliki nilai minimum empirik = 4; nilai maksimum empirik = 18; mean empirik = 12,40 dan SD empirik = 2,93, ini berarti factor eksternal termasuk kategori sedang. Variabel pembelajaran kewirausahaan memiliki nilai minimum empirik = 10; nilai maksimum empirik = 20; mean empirik = 13,90 dan SD empirik = 2,23, ini berarti pembelajaran kewirausahaan termasuk sedang. Variabel kesiapan instrument memiliki nilai minimum empirik = 4; nilai maksimum empirik = 20; mean empirik = 12,54 dan SD empirik = 3,65, ini berarti kesiapan instrument termasuk kategori sedang.

Kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor populasi terdistribusi normal.Kriteria kategorisasi yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penggolongan mengacu pada data mean hipotetik dan standar deviasi (Azwar, 2009) dengan rumus kategori sebagai berikut :
Tinggi : X ? Mean + 1 SD
Sedang : Mean – 1 SD < X < Mean + 1 SD
Rendah : X ? Mean – 1 SD
Tabel 11. Kategorisasi Skor Minat Berwirausaha
No Pedoman Skor Kategori Frekuensi Presentase
1 X ? (µ+1?) X ? 14,67 Tinggi 25 25
2 (µ-1?) ? X < (µ+1?) 9,33 ? X < 14,67 Sedang 44 44
3 X < (µ-1?) X < 9,33 Rendah 31 31
Total 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik
? = Deviasi standar (SD) hipotetik
Berdasarkan tabel 11 di atas terlihat bahwa minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa dominan tergolong sedang dengan jumlah 44 siswa (44%) yang menunjukkan adanya kesadaran dan kemauan dalam berwirausaha, sedangkan yang menunjukkan minat berwirausaha tergolong tinggi ada 25 siswa (25%) dan sisanya sebanyak 31 siswa menunjukkan kurang berminatnya siswa untuk berwirausaha.
Tabel 12. Kategorisasi Skor Faktor Internal
No Pedoman Skor Kategori Frekuensi Presentase
1 X ? (µ+1?) X ? 14,67 Tinggi 35 35
2 (µ-1?) ? X < (µ+1?) 9,33 ? X < 14,67 Cukup 46 46
3 X < (µ-1?) X < 9,33 Rendah 19 19
Total 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik
? = Deviasi standar (SD) hipotetik
Pada tabel 12 menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi munculnya minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa ini secara umum juga masih tergolong cukup tinggi yang ditunjukkan sebanyak 46 siswa (46%) memiliki motivasi dan self efficacy yang cukup, sebanyak 35 siswa (35%) menunjukkan faktor internal yang tinggi dan sisanya sebanyak 19 siswa (19%) menunjukkan rendahnya faktor internal yang dimiliki
Tabel 13. Kategorisasi Skor Faktor Eksternal
No Pedoman Skor Kategori Frekuensi Presentase
1 X ? (µ+1?) X ? 14,67 Tinggi 18 18
2 (µ-1?) ? X < (µ+1?) 9,33 ? X < 14,67 Cukup 70 70
3 X < (µ-1?) X < 9,33 Rendah 12 12
Total 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik
? = Deviasi standar (SD) hipotetik
Faktor eksternal yang ditunjukkan dari tabel 13 menunjukkan bahwa sebanyak 70 siswa(70%) siswa mendapatkan dukungan keluarga serta pengaruh lingkungan sosial yang cukup tinggi dalam berwirausaha, sedangkan sisanya sebanyak 18 siswa (18%) yang menunjukkan memiliki faktor eksternal tinggi dan 12 siswa (12%) yang memiliki faktor eksternal rendah.

Tabel 14. Kategorisasi Skor Pembelajaran Kewirausahaan
No Pedoman Skor Kategori Frekuensi Presentase
1 X ? (µ+1?) X ? 14,67 Baik 41 41
2 (µ-1?) ? X < (µ+1?) 9,33 ? X < 14,67 Cukup 59 59
3 X < (µ-1?) X < 9,33 Rendah 0 0
Total 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik
? = Deviasi standar (SD) hipotetik
Berdasarkan tabel 14 diatas menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan yang diberikan di SMK Terang Bangsa ini sudah cukup baik dimana sebanyak 59 siswa (59%) menyatakan cukup dan sisanya 41 siswa (41%) menyatakan baik.

Tabel 15. Kategorisasi Skor Kesiapan Instrumen
No Pedoman Skor Kategori Frekuensi Presentase
1 X ? (µ+1?) X ? 14,67 Tinggi 38 38
2 (µ-1?) ? X < (µ+1?) 9,33 ? X < 14,67 Cukup 41 41
3 X < (µ-1?) X < 9,33 Rendah 21 21
Total 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik
? = Deviasi standar (SD) hipotetik
Berdasarkan tabel 15 diatas menunjukkan bahwa kesiapan intrumen yang dimiliki seperi akses modal dan jaringan sosial secara umum cukup mendukung, dimana sebanyak 41 siswa (41%) menyatakan cukup tinggi, 38 siswa (38%) memiliki kesiapan instrument yang tinggi dan sisanya 21 siswa (21%) menyatakan kurang memiliki kesiapan instrument yang baik.

Pengujian Analisis Regresi Berganda
Hipotesis yang diajukan : ” Ada pengaruh secara bersama – sama antara faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK”.

Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa R = 0,613; F = 14,269 dan p = 0,000 ( p < 5%) berarti H5 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan secara simultan antara antara faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK. Adapun sumbangan efektif yang diberikan faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK sebesar 37,5 % dan sisanya sebesar 62,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak peneliti teliti.
Tabel 16. Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .613a .375 .349 2.84600
a. Predictors: (Constant), Kesiapan_Instrumen, Internal, Pembelajaran_Kewirausahaan, Eksternal
Tabel 17. Uji Regresi
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 462.315 4 115.579 14.269 .000b
Residual 769.475 95 8.100 Total 1231.790 99 a. Dependent Variable: Minat_Berwirausaha
b. Predictors: (Constant), Kesiapan_Instrumen, Internal, Pembelajaran_Kewirausahaan, Eksternal
Persamaan linear antara faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa adalah :
Tabel 18. Persamaan Linear
Variabel Unstandardized Coeficients
B Std. Error
Constant -4,299 2,257
Internal 0,167 0,082
Eksternal 0,449 0,103
Pembelajaran Kewirausahaan 0,420 0,132
Kesiapan Instrumen 0,188 0,081
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Y = – 4,299 + 0,167 X1 + 0,449 X2 + 0,420 X3 + 0,188 X4
Keterangan :
Y= Minat berwirausaha
X1= Faktor internal
X2= Faktor eksternal
X3= Pembelajaran kewirausahaan
X4= Kesiapan instrument
Dimana :
Konstanta (? ) sebesar – 4,299 yang berarti apabila faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument konstan atau tetap atau sebesar 0, maka minat berwirauaha akan mengalami penurunan sebesar 4,299
Untuk variable faktor internal (X1) koefisien regresi adalah 0,167. Hal ini dapat diartikan apabila faktor internal (X1) yang meliputi motivasi serta self efficay yang tinggi maka minat berwirausaha yang dirasakan siswa SMK Terang Bangsa juga akan semakin meningkat (Y).

Untuk variable faktor eksternal (X2) koefisien regresi adalah positif yaitu 0,449. Hal ini diartikan apabila adanya dukungan keluarga dan dukungan dari lingkungan sosial yang tinggi maka minat berwirausaha yang dirasakan siswa SMK Terang Bangsa juga akan semakin meningkat (Y).

Untuk variable pembelajaran kewirausahaan (X3) koefisien regresi adalah positif yaitu 0,420. Hal ini diartikan bahwa dengan adanya ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki siswa dalam berwirausaha maka minat berwirausaha yang dimiliki siswa juga akan semankin tinggi pula
Untuk variable kesiapan instrument (X4) koefisien regresi adalah positif yaitu 0,188. Hal ini diartikan bahwa kesiapan instrument yang baik berupa adanya akses modal dan memiliki jaringan sosial yang luas turut mendukung tingginya minat berwirausaha siswa SMK Terang Bangsa.

Hipotesis
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada lima hipotesis, diantaranya :
H1= Ada pengaruh antara faktor eksternal terhadap minat berwirausaha siswa SMK
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 4,372 dan nilai sig = 0,000 ( p < 5%) berarti H1 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan antara faktor eksternal terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa.

Tabel 19. Uji Hipotesis Faktor Eksternal*Minat Berwirausaha
Variabel t sig Keterangan
Faktor Eksternal*Minat Berwirausaha 2,034 0,045( p < 5%) Diterima
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
H2= Ada pengaruh pengaruh positif antara faktor internal terhadap minat berwirausaha siswa SMK
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 2,034 dan nilai sig = 0,045 ( p < 5%) berarti H2 diterima, ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara faktor internal terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa.

Tabel 20. Uji Hipotesis Faktor Internal*Minat Berwirausaha
Variabel t sig Keterangan
Faktor Internal*Minat Berwirausaha 4,372 0,000( p < 5%) Diterima
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
H3 = Ada pengaruh positif antara pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa SMK
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 3,173 dan nilai sig = 0,002 ( p < 5%) berarti H3 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan antara pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa
Tabel 21. Uji Hipotesis Faktor Pembelajaran Kewirausahaan*Minat Berwirausaha
Variabel t sig Keterangan
Faktor Pembelajaran Kewirausahaan*Minat Berwirausaha 3,173 0,002( p < 5%) Diterima
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
H4= Ada pengaruh postif antara kesiapan instrument terhadap minat berwirausaha siswa SMK
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 2,327 dan nilai sig = 0,022 ( p < 5%) berarti H4 diterima, ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa
Tabel 22. Uji Hipotesis Faktor Kesiapan Instrumen*Minat Berwirausaha
Variabel t sig Keterangan
Faktor Kesiapan Instrumen*Minat Berwirausaha 2,327 0,022( p < 5%) Diterima
Sumber : Data Primer yang diolah, 2018
Pembahasan
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan hasil uji statistik membuktikan bahwa R = 0,613; F = 14,269 dan p = 0,000 ( p < 5%) berarti diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan secara simultan antara antara faktor eksternal, faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK. Pembahasan mengenai kewirausahaan atau entrepreneurship saat ini telah menjadi trending topic di berbagai universitas, sekolah, maupun seminar – seminar motivasi. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan adanya kegiatan kewirausahaan diantaranya masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi – inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya. Hasil penelitian ini didukung pula oleh penelitian sebelumnya diantaranya : Emilda Jusmin (2012), tentang “Latar belakang keluarga, kegiatan praktik di unit produksi sekolah, dan pelaksanaan pembelajaran kewirausahan terhadap kesiapan berwirausaha siswa SMK di Kabupaten Tanah Bumbu” memberikan hasil penelitian bahwa tingkat kesiapan berwirausaha siswa SMK masih rendah, latar belakang keluarga, kegiatan praktik, pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan berpengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kesiapan berwirausaha. Penelitian lain dari Retno Budi Lestari (2012) yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP, dan STIE MUSI” telah memberikan kesimpulan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha, dan minat berwirausaha mahasiswa juga diperkuat oleh faktor demografis seperti gender, pengalaman kerja, dan pekerjaan orang tua.

Penelitian ini merupakan kombinasi dari beberapa penelitian sebelumnya diantaranya penelitian Muladi Wibowo (2011), yang berjudul “Pembelajaran Kewirausahaan dan Minat Wirausaha Lulusan SMK” menyimpulkan bahwa minat siswa SMK untuk berwirausaha setelah lulus sekolah bisa disebabkan oleh faktor internal, faktor eksternal, faktor pembelajaran dan faktor kesiapan instrumen. Kegiatan pembelajaran kewirausahaan memberikan kontribusi yang paling tinggi terhadap minat siswa SMK di Kota Surakarta untuk berwirausaha setelah lulus dari sekolah. Pembelajaran yang dianggap memberikan kontribusi minat siswa meliputi praktek kerja industri, mata pelajaran kewirusahaan dan pelatihan sekolah di bidang kewirausahaan. Penelitian Nurul Indarti & Rokhima Rostiani (2008) tentang “Intensi Kewirausahaan Mahasiswa : Studi Perbandingan antara Indonesia, Jepang dan Norwegia” menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi intensi kewirausahaan berbeda antara satu Negara dengan Negara lainnya, dimana variable yang paling menentukan intensi kewirausahaan yaitu kepribadian, kesiapan instrument dan demografi. Penelitian dari Yudi Siswadi (2013), yang berjudul “Analisis Faktor Internal, Faktor Eksternal, dan Pembelajaran Kewirausahaan yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Berwirausaha” juga menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara ketiga variable bebas tersebut dengan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Serta penelitian dari Bambang Supriyatno (2017) tentang “Pengaruh Kepercayaan diri dan Motivasi terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Negeri” yang menghasilkan kepercayaan diri dan motivasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga mengungkap hasil lainnya terkait perbedaan minat berwirausaha antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMK Terang Bangsa Semarang, dimana dilihat dari uji Independet t- test diperoleh nilai t = 2,421 dengan p = 0,017 ( p < 5% ), ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada minat berwirausaha antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dimana minat berwirausaha pada siswa laki-laki menunjukkan nilai rerata yang lebih tinggi ( X1 = 12,31) dibandingkan minat berwirausaha pada siswa perempuan (X2 = 10,61)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 4,372 dan nilai sig = 0,000 ( p < 5%) berarti H1 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan antara faktor eksternal terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa.

Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 2,034 dan nilai sig = 0,045 ( p < 5%) berarti H2 diterima, ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara faktor internal terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa.

Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 3,173 dan nilai sig = 0,002 ( p < 5%) berarti H3 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan antara pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa
Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa t = 2,327 dan nilai sig = 0,022 ( p < 5%) berarti H4 diterima, ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Terang Bangsa
.Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan tersebut, hasil uji statistik membuktikan bahwa R = 0,613; F = 14,269 dan p = 0,000 ( p < 5%) berarti H5 diterima, ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan secara simultan antara antara faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK. Adapun sumbangan efektif yang diberikan faktor eksternal , faktor internal, pembelajaran kewirausahaan dan kesiapan instrument terhadap tingginya minat berwirausaha siswa SMK sebesar 37,5 % dan sisanya sebesar 62,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak peneliti teliti.

Saran
Bagi sekolah
Pihak sekolah diharapkan dapat mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan seminar/workshop yang bersifat internal ataupun eksternal tentang pengalaman berwirausaha dari para entrepreneur serta ahli bisnis sebagai bekal siswa untuk meningkatkan kesiapan siswa selepas lulus dari sekolah.

Bagi siswa
Siswa SMK Terang Bangsa diharapkan dapat lebih meningkatkan minat berwirausaha dalam hal kesiapan instrument seperti salah satunya pengembangan jejaring sosial yang sederhana seperti berani mempromosikan produk-produk kreasinya melalui media sosial, memberikan nama yang unik pada produk ciptaan sehingga mudah dikenali orang lain.

Bagi peneliti selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti mengenai topic sejenis diharapkan dapat melihat dari faktor lainnya seperti prestasi belajar pada mata pelajaran kewirausahaan tertentu, factor keluarga, pengetahuan kewirausahaan dan sebagainya. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengganti variable penelitiannya agar menciptakan temuan baru dibidang minat berwirausaha.

Daftar Pustaka
Aiken, L.R. (1994). Psychological Testing and Assessment. MA : Allyn and Bacon
Anastasia, A dan Urbin S. (1997). Tes Psikologi. Jilid I. Alih Bahasa: Robertus H, Imam. Jakarta: Prenhallindo
Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Bandura, A. (1986). Self efficacy : To ward A Unifying Theory of Behavioral Change Psychological Preview. Psychology Journal, 84 : 191-215. Diunduh dari : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/847061
Fadlilah,F., Wahyuni, S & Noviani,L. (2016). Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Bisnis & Ekonomi, 2(1) : 1-19, Diunduh dari : http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ptn/article/view/8300
Frazier, B., Niehm, L.S., Stoel,L. (2012). Connecting College Learners with Rural Entrepreneurship Opportunities: The Rural Entrepreneurship Teaching Unit. Journal of Case Studies in Education. Diunduh dari : https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1109729.pdf
Ginting, V. (2005). Penguatan Membaca, Fasilitas Lingkungan Sekolah dan Ketrampilan Dasar Membaca Bahasa Indonesia serta Minat Baca Murid. Jurnal Pendidikan Penabur, 4 (4) : 17-35. Diunduh dari : http://bpkpenabur.or.id/wp-content/uploads/2015/10/jurnal-No04-IV-Juli2005.pdf
Guilford, J.P. (1956). Fundamental Statistic in Psychology and Education. 3rd Edition. New York: McGraw-Hill Book Company, Inc
Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Hisrich, R.D & Peters, M.P. (1995). Entrepreneurship, Staring, Developing and Managinga New Entreprise. Tokyo : Richard D. Irwin, Inc
Irawan & Mulyadi. (2016). Pengaruh Ketrampilan Wirausaha terhadap Keberhasilan Usaha (Studi Kasus pada Distro Anggota Creative Independent Clothing Cpmmunity di Kota Bandung). Journal of Business Management & Enterpreneurship Education, 1(1) : 213-223. Diunduh dari : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:FiTPU3BT7ncJ:ejournal.upi.edu/index.php/JBME/article/download/2290/1589+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id
Indarti, N. (2004). Factors Affecting Entrepreneurial Intention Among Indonesian Students. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(10), 57-70. Diunduh dari : https://journal.ugm.ac.id/jieb/article/view/6585
Indarti, N & Rostiani, R. (2008). Intensi Kewirausahaan Mahasiswa : Studi Perbandingan antara Indonesia, Jepang dan Norwegia. Jurnal Ekonomika dan Bisnis Inonesia,2 3 (4): 369 – 384. Diunduh dari : https://jurnal.ugm.ac.id/jieb/article/view/6316/0
Jusmin, E. (2012). Pengaruh Latar Belakang Keluarga, Kegiatan Praktik di Unit Produksi Sekolah, dan Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan terhadap Kesiapan Berwirausaha siswa SMK di Kabupaten Tanah Bumbu. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 21 (1) : 46-59. Diunduh dari : https://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/3339
Kuncoro,M. (2002). Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga
Lestari, R.B & Wijaya, T. (2012). Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP, dan STIE MUSI. Jurnal Ilmiah STIE MDP, 1 (2) : 112 – 119. Diunduh dari : http://eprints.mdp.ac.id/672/
Meichati S. (1998). Motivasi Membaca. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Muhar, A.M. (2013). Faktor Penentu Minat Berwirausaha di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (Studi Perbandingan Mahasiswa USU, UNIMED dan IAIN). Jurnal Keuangan dan Bisnis, 5(1), 15-29. Diunduh dari : http://siastie.harapan.ac.id/jurnal/index.php/JKB/article/view/105
Nastiti, T., Indart,N., Rostiani,R. (2010). Minat Berwirausaha Mahasiswa Indonesia dan Cina. Journal of Management and Business, 9 (2), DOI: https://doi.org/10.24123/jmb.v9i2.164. Diunduh dari : http://www.journalmabis.org/mabis/article/view/164
Octavionica, A. (2016). Pengaruh Motivasi Berwirausaha serta Lingkungan Internal Lingkungan Eksternal terhadap Minat Berwirausaha. Jurnal Edukasi Ekobis,4(6), Diakses dari : http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JEE/article/view/11008
Purnomo, M.T. (2015). Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Lingkungan Sosial terhadapMinat Wirausaha Siswa Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Seyengan. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Diunduh dari : http://eprints.uny.ac.id/44258/
Purwanti, E. (2012). Pengaruh Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran terhadap Perkembangan UMKM di Desa Dayaan dan Kalilondo Salatiga. Among Makarti, 5(9) : 13-28. Diunduh dari : http://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/view/65
Sandjaja, S. (2018). Pengaruh Keterlibatan Orangtua terhadap Minat Membaca ditinjau dari Pendekatan Stres Lingkungan. Diakses dari : https://www.academia.edu/1954676/Pengaruh_keterlibatan_orang_tua_terhadap_minat_membaca_anak_ditinjau_dari_pendekatan_stres_lingkungan?auto=downloadSiagian, S & Asfahani. (1995). Kewirausahaan Indonesia dengan Semangat 17-8-45. Jakarta : PT Kolong Klede Jaya Putra Timur
Sientra,K.B. (2017). Keterlibatan Jaringan Sosial dalam Proses Penemuan Bisnis. Journal of Business & Applied Management, 10(1) : 46-54. Diunduh dari : https://journal.ubm.ac.id/index.php/business-applied-management/article/view/869
Siswadi,Y. (2013). Analisis Faktor Internal, Faktor Eksternal dan Pembelajaran Kewirausahaan yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Berwirausaha. Jurnal Managemen dan Bisnis, 13(1), 1-17. Diunduh dari : http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/mbisnis/article/view/108
Sugiyono. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta
Suherman, E. (2008). Business Entrepreneur. Bandung : Alfabeta
Walgito, B.(2004). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset
Wibowo,M. (2011). Pembelajaran Kewirausahaan dan Minat Wirausaha Lulusan SMK. Jurnal Ekplanasi, 6 (2) : 109-122. Diunduh dari : https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:i9cUp9sMAYEJ:https://journal.kopertis6.or.id/index.php/eks/article/download/83/71+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id
Winarsih, P. (2014). Minat Berwirausaha ditinjau dari Motivasi dan Sikap Kewirausahaan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2011/2012. Jurnal Publikasi. Surakarta : Universitas Muhammadiayah Surakarta. Diunduh dari : http://eprints.ums.ac.id/29525/
Sumber internet :
www.depkop.go.id. (2017).Rasio Wirausaha Indonesia Naik 3,1 Persen.

http://m.tempo.co. (2017). BPS : Angka Pengangguran Menurun pada Februari 2017
Website SMK Terang Bangsa : smkterbang.sch.idLAMPIRAN A
KUESIONER

KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH FAKTOR INTERNAL, FAKTOR EKSTERNAL, FAKTOR PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, DAN FAKTOR KESIAPAN INSTRUMEN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA
SISWA SMK TERANG BANGSA SEMARANG

Semarang, 23 April 2018
Dengan hormat,
Dengan segala kerendahan hati, saya sampaikan kuesioner ini kehadapan Sdr/i disertai dengan permohonan maaf karena kehadiran kuesioner ini akan mengganggu waktu belajar dan istirahat Sdr/i.

Adapun tujuan penyebaran kuesioner ini hanya diperlukan untuk mengumpulkan data dan informasi dalam penulisan Skripsi yang berjudul “Pengaruh Faktor Internal, Faktor Eksternal,Faktor Pembelajaran Kewirausahaan, Dan Faktor Kesiapan Instrumen Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Smk Terang Bangsa Semarang”
Jawaban Sdr/I atas kuesioner ini hanya akan dipergunakan untuk kepentingan akademis semata dan bersifat rahasia. Segala jawaban yang anda berikan tidak ada yang SALAH, sehingga kami mengharapkan Sdr/I dapat memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya.

Peran serta Sdr/I sangat berarti dalam penyusunan penelitian ini. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Yefta Bagus Wibowo
Data Responden
Jenis Kelamin: L / P
Usia:…………tahun
Kelas:…………
Petunjuk Pengisian
Berilah tanda checklist ( ? ) untuk setiap jawaban pernyataan yang paling tepat dan sesuai dengan keadaan dan mencerminkan pilihan Sdr/I yang paling objektif di masing – masing kuesioner yang ada.

Dimohon Sdr/I untuk dapat mengisi semua jawaban yang ada dan tidak ada yang terlewatkan.

Setiap pernyataan mempunyai lima alternative jawaban yaitu :
SS = Sangat Setuju;S = Setuju; N = Netral; TS = Tidak Setuju; STS = Sangat Tidak Setuju
Minat Berwirausaha
NO PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN
SS
(5) S
(4) N
(3) TS
(2) STS
(1)
Kesadaran
1 Saya sadar bahwa peluang untuk berwirausaha di Kota Semarang masih luas 2 Kesadaran untuk berwirausaha pada siswa SMK perlu ditingkatkan Kemauan
3 Kemauan saya untuk berwirausaha sangat tinggi 4 Kemauan berwirausaha, saya buktikan dengan berani mengambil resiko Faktor Internal
NO PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN
SS
(5) S
(4) N
(3) TS
(2) STS
(1)
Motivasi Berwirausaha (Adhe Octaviionica , 2016)
5 Kepercayaan diri yang tinggi sangat dibutuhkan dalam berwirausaha 6 Saya termotivasi untuk dapat menciptakan produk yang inovatif Self Efficasy (Ani Murwani Muhar, 2013)
7 Saya bangga dengan hasil kerja keras sendiri 8 Saya suka dengan tantangan dalam bekerja Faktor Eksternal
NO PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN
SS
(5) S
(4) N
(3) TS
(2) STS
(1)
Dukungan Keluarga (Kuncoro, 2002)
9 Keluarga mendukung keinginan saya untuk berwirausaha setelah lulus sekolah nantinya 10 Keluarga saya banyak memberikan saran tentang cara mengembangkan bisnis Lingkungan Sosial ( Purnomo, 2015)
11 Saya merasa antara guru dan siswa memiliki hubungan yang baik 12 Untuk menjaga kekompakan dalam persahabatan, saya bersedia membuka bisnis bersama mereka Faktor Pembelajaran Kewirausahaan
NO PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN
SS
(5) S
(4) N
(3) TS
(2) STS
(1)
Ketrampilan
13 Saya harus mampu menguasai kemampuan management seperti perencanaan dan pengorganisasian dalam mengelola bisnis 14 Saya harus memiliki kemampuan tentang kepekaan terhadap peluang-peluang baru dalam mengembangkan bisnis Pengalaman
15 Praktek langsung dilapangan merupakan bentuk kerja praktek/role play yang efektif 16 Melalui observasi langsung dengan pebisnis yang telah berpengalaman, saya dapat mengetahui cara berwirausaha yang baik Faktor Kesiapan Instrumen
NO PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN
SS
(5) S
(4) N
(3) TS
(2) STS
(1)
Akses Modal
17 Modal investasi yang saya miliki harus dapat digunakan untuk jangka panjang 18 Saya membutuhkan modal kerja yang cukup guna membeli barang dagangan setiap bulannya Jaringan Sosial
19 Banyaknya jumlah keluarga besar saya, membuat saya terbantu dalam perintisan bisnis baru 20 Dengan memiliki banyak teman, saya merasa banyak informasi yang saya peroleh dalam menggagas ide-ide kreatif dalam berbisnis TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASINYA
LAMPIRAN B
DATA PENELITIAN
DATA PENELITIAN DI SMK TERANG BANGSA
NO M1 M2 M3 M4 T.M IN1 IN2 IN3 IN4 T.IN EKS1 EKS2 EKS3 EKS4 T.EKS PK1 PK2 PK3 PK4 T.PK KI1 KI2 KI3 KI4 T.KI
1 4 4 5 4 17 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 3 4 4 15 4 4 5 4 17
2 4 4 3 3 14 3 3 3 3 12 4 3 3 4 14 4 4 4 2 14 3 4 3 3 13
3 3 4 4 4 15 3 4 3 4 14 4 4 4 3 15 3 3 4 3 13 4 4 4 4 16
4 2 4 3 3 12 3 2 4 4 13 4 3 3 3 13 4 4 3 3 14 2 4 3 3 12
5 4 5 4 3 16 2 4 4 5 15 4 4 3 1 12 4 4 2 4 14 2 5 4 3 14
6 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 4 2 14 4 5 4 5 18 4 4 4 4 16
7 3 4 4 4 15 4 4 4 4 16 2 4 4 4 14 4 4 4 5 17 5 4 4 4 17
8 2 3 2 4 11 2 2 2 3 9 3 3 3 2 11 4 4 3 4 15 1 3 2 4 10
9 4 2 3 4 13 4 3 4 4 15 3 3 4 3 13 4 4 2 3 13 3 2 3 4 12
10 4 2 2 5 13 1 4 2 1 8 4 2 5 2 13 4 4 4 4 16 1 2 2 5 10
11 3 4 4 2 13 4 4 4 4 16 2 4 2 2 10 4 4 4 3 15 3 4 4 2 13
12 3 2 2 2 9 3 3 3 3 12 3 2 2 3 10 4 4 3 3 14 3 2 2 2 9
13 3 2 4 4 13 3 3 4 4 14 4 4 4 2 14 4 4 4 4 16 3 2 4 4 13
14 5 2 2 3 12 1 2 3 3 9 3 3 3 2 11 4 4 4 3 15 3 2 2 3 10
15 4 3 4 4 15 3 4 4 4 15 5 4 4 5 18 4 3 5 4 16 4 3 4 4 15
16 1 5 4 2 12 1 4 4 3 12 3 4 2 2 11 4 4 4 3 15 4 5 4 2 15
17 2 4 4 3 13 3 5 4 4 16 5 4 3 1 13 4 3 4 4 15 4 4 4 3 15
18 4 4 4 4 16 5 5 5 4 19 5 4 4 4 17 4 4 5 2 15 3 4 4 4 15
19 4 4 4 4 16 5 5 5 4 19 2 4 4 5 15 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16
20 2 2 2 2 8 1 1 2 2 6 2 2 2 5 11 5 4 4 4 17 1 2 2 2 7
21 4 4 4 3 15 2 2 3 2 9 4 4 3 2 13 2 2 2 4 10 4 4 4 3 15
22 3 2 2 5 12 4 5 2 2 13 2 2 5 4 13 4 2 4 3 13 5 2 2 5 14
23 4 2 5 2 13 2 2 3 3 10 3 3 3 3 12 2 2 3 5 12 3 2 5 2 12
24 1 1 1 1 4 3 3 3 3 12 1 1 1 1 4 4 3 4 4 15 1 1 1 1 4
25 3 2 3 1 9 3 3 4 4 14 3 3 3 3 12 4 4 4 4 16 1 2 3 1 7
26 5 5 5 5 20 4 5 5 5 19 3 5 5 5 18 5 5 5 5 20 5 5 5 5 20
27 2 4 4 3 13 2 2 4 2 10 3 3 4 4 14 4 5 5 4 18 3 4 4 3 14
28 5 2 2 4 13 4 5 5 3 17 3 3 2 2 10 4 4 4 5 17 5 2 2 4 13
29 1 2 2 2 7 3 3 3 3 12 2 2 2 2 8 5 3 5 2 15 4 3 4 4 15
30 3 3 4 2 12 4 5 4 4 17 2 3 3 2 10 2 3 1 4 10 3 3 4 2 12
31 1 2 2 4 9 2 5 2 4 13 3 2 4 2 11 2 1 3 4 10 3 2 2 4 11
32 1 2 2 2 7 2 2 4 1 9 2 2 2 2 8 5 5 5 5 20 4 5 4 4 17
33 1 2 2 2 7 1 1 2 3 7 2 2 2 3 9 4 3 4 4 15 4 3 4 4 15
34 5 5 5 3 18 1 2 4 4 11 3 2 3 3 11 5 5 5 5 20 4 5 5 3 17
35 4 2 4 3 13 4 2 2 2 10 3 3 3 3 12 4 4 5 2 15 3 2 4 3 12
36 2 3 3 3 11 4 3 2 2 11 2 2 3 2 9 3 2 4 3 12 2 3 3 3 11
37 4 1 1 4 10 3 3 3 3 12 2 2 1 1 6 3 2 2 3 10 3 3 3 3 12
38 1 1 1 4 7 3 3 3 2 11 3 3 3 3 12 2 2 4 3 11 3 5 5 4 17
39 1 3 3 4 11 4 4 5 5 18 2 2 1 3 8 4 4 4 4 16 5 3 3 4 15
40 4 2 4 4 14 2 4 4 4 14 4 4 3 1 12 3 5 1 4 13 3 4 4 4 15
41 4 4 3 4 15 4 4 4 3 15 4 4 4 2 14 3 2 3 4 12 4 4 4 5 17
42 3 4 3 4 14 2 4 3 4 13 2 4 4 4 14 3 2 3 3 11 3 4 4 4 15
43 3 4 4 4 15 1 4 4 4 13 4 2 4 1 11 4 4 4 4 16 1 3 3 2 9
44 2 4 4 2 12 1 4 2 4 11 1 3 4 1 9 4 4 4 3 15 3 4 3 4 14
45 4 4 4 4 16 2 4 4 4 14 4 2 5 2 13 4 4 4 4 16 1 1 1 1 4
46 4 4 4 4 16 5 4 3 4 16 2 4 2 2 10 4 4 4 4 16 1 2 2 1 6
47 2 2 2 1 7 1 2 2 2 7 1 2 2 3 8 4 4 4 4 16 4 3 4 5 16
48 4 3 4 3 14 3 4 4 4 15 4 4 4 2 14 4 4 4 4 16 4 2 3 4 13
49 1 4 2 1 8 1 1 2 1 5 3 3 3 2 11 2 3 2 3 10 2 4 3 2 11
50 4 4 4 3 15 3 4 3 4 14 5 4 4 5 18 3 3 4 4 14 3 4 4 4 15
51 3 2 2 2 9 3 2 3 2 10 3 4 2 2 11 4 4 2 4 14 4 4 4 4 16
52 3 1 2 1 7 1 1 2 1 5 5 4 3 1 13 2 4 2 3 11 3 3 4 4 14
53 1 2 3 3 9 5 2 3 4 14 5 4 4 4 17 4 4 2 4 14 4 4 5 4 17
54 3 4 4 4 15 4 4 4 5 17 2 4 4 5 15 3 3 3 4 13 3 4 3 3 13
55 1 4 4 1 10 1 4 3 5 13 2 2 2 5 11 4 3 3 2 12 4 4 4 4 16
56 3 5 4 2 14 2 3 2 3 10 4 4 3 2 13 4 3 2 4 13 2 4 3 3 12
57 3 4 4 4 15 2 4 3 3 12 2 2 5 4 13 4 3 2 4 13 2 5 4 3 14
58 4 3 4 4 15 3 4 4 4 15 1 5 2 1 9 4 3 3 4 14 4 4 4 4 16
59 1 1 2 2 6 2 2 2 3 9 1 1 1 1 4 4 3 3 3 13 5 4 4 4 17
60 2 2 3 2 9 4 3 4 4 15 5 3 1 1 10 4 3 2 4 13 1 3 2 4 10
61 4 5 2 1 12 5 5 5 5 20 3 5 5 5 18 3 3 3 4 13 3 2 3 4 12
62 2 2 3 2 9 5 5 5 5 20 3 4 4 3 14 3 3 3 4 13 1 2 2 5 10
63 1 1 1 1 4 2 2 2 2 8 2 2 3 3 10 4 2 3 2 11 3 4 4 2 13
64 1 1 3 2 7 5 5 5 5 20 2 2 2 2 8 4 4 4 4 16 3 2 2 2 9
65 4 5 5 2 16 4 5 5 5 19 2 4 2 2 10 4 2 4 4 14 3 2 4 4 13
66 2 2 4 4 12 4 1 2 3 10 3 2 4 2 11 4 4 4 3 15 3 2 2 3 10
67 4 5 5 4 18 4 4 4 4 16 4 4 4 5 17 4 4 4 4 16 4 3 4 4 15
68 1 1 2 2 6 4 2 3 3 12 3 3 3 3 12 4 4 3 4 15 4 5 4 2 15
69 2 2 2 3 9 4 2 4 4 14 5 3 1 2 11 4 2 3 2 11 4 4 4 3 15
70 2 5 2 2 11 2 1 2 2 7 4 3 3 2 12 4 2 3 2 11 3 4 4 4 15
71 2 2 4 2 10 2 1 2 2 7 3 3 3 3 12 4 2 3 2 11 4 4 4 4 16
72 1 1 2 2 6 5 5 5 5 20 4 4 5 4 17 4 2 2 2 10 1 2 2 2 7
73 1 2 4 4 11 4 3 3 2 12 4 4 3 1 12 4 3 3 2 12 4 4 4 3 15
74 4 2 2 3 11 2 1 2 2 7 4 4 4 2 14 4 4 4 3 15 5 2 2 5 14
75 4 3 2 2 11 2 3 2 4 11 2 4 4 4 14 4 4 4 2 14 3 2 5 2 12
76 1 3 2 2 8 3 1 2 2 8 4 2 4 1 11 3 2 4 4 13 1 1 1 1 4
77 1 1 1 1 4 4 4 4 1 13 3 3 3 4 13 4 2 3 2 11 1 2 3 1 7
78 4 4 5 4 17 4 4 4 4 16 4 2 5 2 13 4 4 4 4 16 5 5 5 5 20
79 1 1 2 4 8 4 1 4 1 10 2 4 2 2 10 4 4 4 4 16 3 4 4 3 14
80 1 1 4 4 10 4 3 4 4 15 5 4 4 4 17 4 3 3 3 13 5 2 2 4 13
81 4 2 4 2 12 3 2 3 4 12 4 4 4 2 14 3 3 3 3 12 1 2 2 2 7
82 2 2 3 2 9 4 4 3 3 14 5 2 3 1 11 3 3 3 3 12 3 3 4 2 12
83 2 1 4 4 11 2 1 2 2 7 5 4 4 5 18 4 2 3 2 11 3 2 2 4 11
84 1 1 2 2 6 1 1 2 2 6 3 4 2 2 11 4 2 3 3 12 1 2 2 2 7
85 1 1 2 2 6 4 4 4 4 16 5 4 3 1 13 4 2 3 2 11 1 2 2 2 7
86 3 2 4 4 13 3 3 3 3 12 5 4 4 4 17 4 2 3 4 13 4 5 5 3 17
87 1 4 4 3 12 4 3 3 2 12 2 4 4 5 15 4 2 3 4 13 3 2 4 3 12
88 2 3 2 3 10 3 3 4 4 14 2 2 2 5 11 4 2 3 3 12 2 3 3 3 11
89 2 2 2 3 9 2 3 3 2 10 4 4 3 2 13 4 4 3 3 14 1 1 1 4 7
90 2 3 4 3 12 4 4 4 4 16 2 2 5 4 13 4 3 3 3 13 1 1 1 4 7
91 2 3 4 2 11 5 3 4 5 17 4 5 4 4 17 4 4 4 4 16 5 3 3 4 15
92 4 4 4 3 15 5 2 4 4 15 3 3 4 4 14 4 3 4 4 15 1 2 1 5 9
93 4 4 3 2 13 4 4 3 4 15 5 3 1 1 10 4 3 4 2 13 1 1 2 4 8
94 4 5 5 4 18 3 2 2 2 9 3 5 5 5 18 4 3 3 2 12 3 4 4 4 15
95 3 3 1 1 8 4 5 3 2 14 5 4 3 2 14 4 3 4 3 14 1 3 3 2 9
96 4 4 4 2 14 3 2 4 3 12 1 2 4 3 10 4 4 3 2 13 3 4 3 4 14
97 4 4 4 4 16 1 2 2 4 9 4 3 3 4 14 4 3 4 3 14 1 1 1 1 4
98 2 2 3 1 8 4 4 4 4 16 2 4 2 2 10 4 3 3 3 13 1 2 2 1 6
99 4 3 2 3 12 3 1 3 3 10 4 4 3 1 12 4 3 3 3 13 4 3 4 5 16
100 2 3 4 2 11 4 4 4 4 16 4 4 4 2 14 3 4 4 4 15 4 2 3 4 13
LAMPIRAN C
ANALISA DATA
ANALISIS DATA PENELITIAN
MINAT BERWIRAUSAHA
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.726 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
M1 8.9000 7.141 .547 .646
M2 8.7300 7.189 .538 .651
M3 8.4600 7.443 .611 .611
M4 8.7400 8.780 .378 .737
Nb :Aitem valid nilai corrected item total correlation > rt 5% = 0,164
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
11.6100 12.442 3.52737 4
Frequencies
Statistics
M1 M2 M3 M4
N Valid 100 100 100 100
Missing 0 0 0 0
Mean 2.7100 2.8800 3.1500 2.8700
Std. Deviation 1.26567 1.26555 1.12254 1.09779
Minimum 1.00 1.00 1.00 1.00
Maximum 5.00 5.00 5.00 5.00
Frequency Table
M1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 24 24.0 24.0 24.0
Tidak Setuju 22 22.0 22.0 46.0
Netral 17 17.0 17.0 63.0
Setuju 33 33.0 33.0 96.0
Sangat Setuju 4 4.0 4.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 M2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 15 15.0 15.0 15.0
Tidak Setuju 31 31.0 31.0 46.0
Netral 15 15.0 15.0 61.0
Setuju 29 29.0 29.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 M3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 6 6.0 6.0 6.0
Tidak Setuju 30 30.0 30.0 36.0
Netral 15 15.0 15.0 51.0
Setuju 41 41.0 41.0 92.0
Sangat Setuju 8 8.0 8.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 M4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 11 11.0 11.0 11.0
Tidak Setuju 31 31.0 31.0 42.0
Netral 21 21.0 21.0 63.0
Setuju 34 34.0 34.0 97.0
Sangat Setuju 3 3.0 3.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 FAKTOR INTERNAL
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.810 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
IN1 9.7600 8.144 .538 .807
IN2 9.6800 7.331 .650 .752
IN3 9.4800 8.373 .735 .724
IN4 9.5100 8.232 .623 .763
Nb :Aitem valid nilai corrected item total correlation > rt 5% = 0,164
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
12.8100 13.408 3.66169 4
Frequencies
Statistics
IN1 IN2 IN3 IN4
N Valid 100 100 100 100
Missing 0 0 0 0
Mean 3.0500 3.1300 3.3300 3.3000
Std. Deviation 1.22578 1.26854 .96457 1.10554
Minimum 1.00 1.00 2.00 1.00
Maximum 5.00 5.00 5.00 5.00
Frequency Table
IN1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 14 14.0 14.0 14.0
Tidak Setuju 20 20.0 20.0 34.0
Netral 23 23.0 23.0 57.0
Setuju 33 33.0 33.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 IN2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 13 13.0 13.0 13.0
Tidak Setuju 21 21.0 21.0 34.0
Netral 20 20.0 20.0 54.0
Setuju 32 32.0 32.0 86.0
Sangat Setuju 14 14.0 14.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 IN3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 25 25.0 25.0 25.0
Netral 27 27.0 27.0 52.0
Setuju 38 38.0 38.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 IN4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 6 6.0 6.0 6.0
Tidak Setuju 21 21.0 21.0 27.0
Netral 21 21.0 21.0 48.0
Setuju 41 41.0 41.0 89.0
Sangat Setuju 11 11.0 11.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 FAKTOR EKSTERNAL
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.534 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
EKS1 9.2000 6.020 .212 .555
EKS2 9.1600 5.792 .401 .408
EKS3 9.1900 5.004 .495 .310
EKS4 9.6500 5.503 .230 .556
Nb :Aitem valid nilai corrected item total correlation > rt 5% = 0,164
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
12.4000 8.586 2.93016 4
Frequencies
Statistics
EKS1 EKS2 EKS3 EKS4
N Valid 100 100 100 100
Missing 0 0 0 0
Mean 3.2000 3.2400 3.2100 2.7500
Std. Deviation 1.16342 .96525 1.08521 1.29782
Minimum 1.00 1.00 1.00 1.00
Maximum 5.00 5.00 5.00 5.00
Frequency Table
EKS1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 6 6.0 6.0 6.0
Tidak Setuju 26 26.0 26.0 32.0
Netral 25 25.0 25.0 57.0
Setuju 28 28.0 28.0 85.0
Sangat Setuju 15 15.0 15.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 EKS2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 2.0 2.0 2.0
Tidak Setuju 26 26.0 26.0 28.0
Netral 23 23.0 23.0 51.0
Setuju 44 44.0 44.0 95.0
Sangat Setuju 5 5.0 5.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 EKS3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 7 7.0 7.0 7.0
Tidak Setuju 19 19.0 19.0 26.0
Netral 30 30.0 30.0 56.0
Setuju 34 34.0 34.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 EKS4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 17 17.0 17.0 17.0
Tidak Setuju 35 35.0 35.0 52.0
Netral 17 17.0 17.0 69.0
Setuju 18 18.0 18.0 87.0
Sangat Setuju 13 13.0 13.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.590 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
PK1 10.1300 3.629 .376 .527
PK2 10.6200 2.602 .527 .378
PK3 10.4700 2.979 .405 .492
PK4 10.4800 3.525 .216 .639
Nb :Aitem valid nilai corrected item total correlation > rt 5% = 0,164
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
13.9000 4.980 2.23155 4
Frequencies
Statistics
PK1 PK2 PK3 PK4
N Valid 100 100 100 100
Missing 0 0 0 0
Mean 3.7700 3.2800 3.4300 3.4200
Std. Deviation .64909 .91099 .87911 .86667
Minimum 2.00 1.00 1.00 2.00
Maximum 5.00 5.00 5.00 5.00
Frequency Table
PK1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 7 7.0 7.0 7.0
Netral 14 14.0 14.0 21.0
Setuju 74 74.0 74.0 95.0
Sangat Setuju 5 5.0 5.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 PK2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1.0 1.0 1.0
Tidak Setuju 22 22.0 22.0 23.0
Netral 31 31.0 31.0 54.0
Setuju 40 40.0 40.0 94.0
Sangat Setuju 6 6.0 6.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 PK3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 2.0 2.0 2.0
Tidak Setuju 12 12.0 12.0 14.0
Netral 35 35.0 35.0 49.0
Setuju 43 43.0 43.0 92.0
Sangat Setuju 8 8.0 8.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 PK4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 18 18.0 18.0 18.0
Netral 29 29.0 29.0 47.0
Setuju 46 46.0 46.0 93.0
Sangat Setuju 7 7.0 7.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 KESIAPAN INSTRUMEN
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.782 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
KI1 9.6000 6.990 .681 .678
KI2 9.4700 7.989 .611 .718
KI3 9.3000 7.848 .681 .684
KI4 9.2500 9.321 .400 .817
Scale Statistics
Mean Variance Std. Deviation N of Items
12.5400 13.322 3.64988 4
Frequencies
Statistics
KI1 KI2 KI3 KI4
N Valid 100 100 100 100
Missing 0 0 0 0
Mean 2.9400 3.0700 3.2400 3.2900
Std. Deviation 1.29350 1.15693 1.11119 1.12182
Minimum 1.00 1.00 1.00 1.00
Maximum 5.00 5.00 5.00 5.00
Frequency Table
KI1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 23 23.0 23.0 23.0
Tidak Setuju 7 7.0 7.0 30.0
Netral 33 33.0 33.0 63.0
Setuju 27 27.0 27.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 KI2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 7 7.0 7.0 7.0
Tidak Setuju 32 32.0 32.0 39.0
Netral 18 18.0 18.0 57.0
Setuju 33 33.0 33.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 KI3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 7 7.0 7.0 7.0
Tidak Setuju 22 22.0 22.0 29.0
Netral 20 20.0 20.0 49.0
Setuju 42 42.0 42.0 91.0
Sangat Setuju 9 9.0 9.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 KI4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 8 8.0 8.0 8.0
Tidak Setuju 18 18.0 18.0 26.0
Netral 21 21.0 21.0 47.0
Setuju 43 43.0 43.0 90.0
Sangat Setuju 10 10.0 10.0 100.0
Total 100 100.0 100.0 UJI NORMALITAS
NPar Tests
Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Minat_Berwirausaha 100 11.6100 3.52737 4.00 20.00
Internal 100 12.8100 3.66169 5.00 20.00
Eksternal 100 12.4000 2.93016 4.00 18.00
Pembelajaran_Kewirausahaan 100 13.9000 2.23155 10.00 20.00
Kesiapan_Instrumen 100 12.5400 3.64988 4.00 20.00
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Minat_Berwirausaha Internal Eksternal Pembelajaran_Kewirausahaan Kesiapan_Instrumen
N 100 100 100 100 100
Normal Parametersa,b Mean 11.6100 12.8100 12.4000 13.9000 12.5400
Std. Deviation 3.52737 3.66169 2.93016 2.23155 3.64988
Most Extreme Differences Absolute .084 .087 .113 .117 .130
Positive .080 .069 .113 .117 .091
Negative -.084 -.087 -.086 -.099 -.130
Kolmogorov-Smirnov Z .840 .874 1.125 1.166 1.298
Asymp. Sig. (2-tailed) .480 .430 .159 .132 .069
a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Histogram

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -4.299 2.257 -1.905 .060 Internal .167 .082 .174 2.034 .045 .903 1.108
Eksternal .449 .103 .373 4.372 .000 .904 1.107
Pembelajaran_Kewirausahaan .420 .132 .266 3.173 .002 .937 1.067
Kesiapan_Instrumen .188 .081 .195 2.327 .022 .939 1.064
a. Dependent Variable: Minat_Berwirausaha
UJI MULTIKOLINEARITAS
Syarat tidak terjadi multikolinearitas bila nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,01
UJI HETEROKEDASTISTAS
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.141 1.324 2.373 .020
Internal .037 .048 .081 .760 .449
Eksternal -.028 .060 -.050 -.471 .639
Pembelajaran_Kewirausahaan -.016 .078 -.021 -.205 .838
Kesiapan_Instrumen -.064 .047 -.142 -1.360 .177
a. Dependent Variable: RES2
Nb : Tidak terjadi heterokedastistas bila sig.> 0,05
UJI HIPOTESIS
Regression
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Kesiapan_Instrumen, Internal, Pembelajaran_Kewirausahaan, Eksternalb . Enter
a. Dependent Variable: Minat_Berwirausaha
b. All requested variables entered.

Correlations
Minat_Berwirausaha Internal Eksternal Pembelajaran_Kewirausahaan Kesiapan_Instrumen
Pearson Correlation Minat_Berwirausaha 1.000 .327 .453 .332 .315
Internal .327 1.000 .258 .176 .052
Eksternal .453 .258 1.000 .006 .173
Pembelajaran_Kewirausahaan .332 .176 .006 1.000 .174
Kesiapan_Instrumen .315 .052 .173 .174 1.000
Sig. (1-tailed) Minat_Berwirausaha . .000 .000 .000 .001
Internal .000 . .005 .040 .302
Eksternal .000 .005 . .476 .042
Pembelajaran_Kewirausahaan .000 .040 .476 . .042
Kesiapan_Instrumen .001 .302 .042 .042 .

N Minat_Berwirausaha 100 100 100 100 100
Internal 100 100 100 100 100
Eksternal 100 100 100 100 100
Pembelajaran_Kewirausahaan 100 100 100 100 100
Kesiapan_Instrumen 100 100 100 100 100
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .613a .375 .349 2.84600
a. Predictors: (Constant), Kesiapan_Instrumen, Internal, Pembelajaran_Kewirausahaan, Eksternal
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 462.315 4 115.579 14.269 .000b
Residual 769.475 95 8.100 Total 1231.790 99 a. Dependent Variable: Minat_Berwirausaha
b. Predictors: (Constant), Kesiapan_Instrumen, Internal, Pembelajaran_Kewirausahaan, Eksternal
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta 1 (Constant) -4.299 2.257 -1.905 .060
Internal .167 .082 .174 2.034 .045
Eksternal .449 .103 .373 4.372 .000
Pembelajaran_Kewirausahaan .420 .132 .266 3.173 .002
Kesiapan_Instrumen .188 .081 .195 2.327 .022
a. Dependent Variable: Minat_Berwirausaha
Independent Samples Test
Levene’s Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Minat_Berwirausaha Equal variances assumed .025 .874 2.421 98 .017 1.69533 .70020 .30581 3.08485
Equal variances not assumed 2.409 84.679 .018 1.69533 .70367 .29616 3.09450
T-Test
Group Statistics
Jenis_Kelamin N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Minat_Berwirausaha Laki-laki 59 12.3051 3.40514 .44331
Permepuan 41 10.6098 3.49913 .54647
JENIS KELAMIN
Frequencies
Statistics
Jenis_Kelamin
N Valid 100
Missing 0
Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Laki-laki 59 59.0 59.0 59.0
Perempuan 41 41.0 41.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
KELAS
Frequencies
Statistics
Kelas
N Valid 100
Missing 0
Kelas
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Kelas 2 49 49.0 49.0 49.0
Kelas 3 51 51.0 51.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
LAMPIRAN D
FOTO COPY SURAT PENELITIAN