Nama

Nama : Novita Nurul Fitriya
NIM: 170541100061
Strategi Pengusaha Dalam Usaha
Pada saat zaman seperti ini, para pengusaha harus memiliki strategi dalam sebuah pemasaran. Selain itu pengusaha harus memiliki jiwa jiwa dalam sebuah usaha. Pengusaha harus juga benar – benar mengetahui peluang usaha. Peluang usaha ialah sasaran dari adanya usaha yang mencakup peminat. Peluang usaha ini harus benar diperhatikan oleh pengusaha. Siapa yang akan dituju oleh pengusaha dalam pemasarannya. Untuk itu pengusaha harus memiliki jiwa kewirausahaan. Perkembangan yang pesat dari segala aspek membuat pengusaha harus berani bersaing dalam berusaha. Oleh karena itu, pengusaha juga harus memiliki jiwa jiwa berdaya saing. Tujuan penulisan dari esai ini ialah untuk mendapatkan nilai yang memuaskan pada mata kuliah psikologi industri dan organasasi. Selain itu saya dengan adanya esai ini dapat menjadi referensi dalam sebuah penerapan usaha – usaha yang dijalankan.

Menurut Kotler ( dikutip dalam Shabastian & Samuel, 2013 ) mengatakan bahwa pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu, individu dan kelompok mendapatkan apa apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Dalam sebuah usaha pemasaran sangatlah penting. Pemasaran sangat berguna dalam perkembangan perusahaan. Pemasaran ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai secara langsung ataupun secara tidak langsung. Menurut Vellas dan Becherel ( dikutip dalam Shabastian & Samuel, 2013 ) mengatakan bahwa pemasaran adalah proses manajemen yang mengidentifikasi dan mengantisipasi permintaan serta kepuasan pelanggan dengan memperoleh keuntungan. Dalam kali ini pemasaran harus dipahami benar oleh para pengusaha. Pengusaha harus memiliki cara atau daya tarik sendiri dalam menarik peminat atau pembeli untuk membeli barang yang dijualnya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Suatu perusahaan harus mencari cara-cara yang berarti dan sejalan dengan berkembangnya jaman untuk menyempurnakan produk yang ditawarkannya, itu dikarenakan disetiap produk yang dihasilkan memiliki siklus hidup (product life cycle), dimana setelah mencapai tahap kedewasaan, biasanya sebuah produk akan mengalami penurunan dan kemungkinan mati seiring dengan kemunculan teknologi baru dan beralih dari tahap kedewasaan produk ke pertumbuhanan baru. Menurut Wibowo, Arifin dan Sunarti ( 2015 ) mengatakan bahwa Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Untuk meminimalasir atau bahkan menghindari terjadinya penurunan produk. Penurunan produk dapat disiasati dengan sebuah perencanaan dari awal pemasaran. Pemasaran dapat diterapkan dengan menggunakan pemasaran rencana A dan pemasaran rencana B. Pemasaran rencana A diterapkan ketika berjalannya sebuah usaha. Ketika rencana A tidak dapat menarik sebuah pembeli atau peminat untuk membeli barang maka rencana B bisa diterapkan. Rencana A dan B harus berbeda agar adanya perbedaaan ini bisa mendapatkan atau menarik pembeli untuk membeli.

Alasan lain yang menunjukkan pentingnya strategi pemasaran adalah semakin kerasnya persaingan yang dihadapi oleh perusahaan pada umumnya. Dalam situasi yang demikian, tidak ada lagi pilihan lain bagi perusahaan kecuali berusaha untuk menghadapinya atau sama sekali keluar dari arena persaingan. Menurut Wibowo, Arifin dan Sunarti ( 2015 ) mengatakan bahwa perusahaan terus berusaha meningkatkan efektifitas kompetitif dan nilai perusahaan di mata konsumennya. Selain memikirkan pemasaran dalam menjual barang, sebuah perusahaan harus juga mementingkan efektifitas dalam sebuah perusahaan. Semisal optimalnya sumber daya manusia atau penggunaan teknologi baru. Dalam sebuah usaha hendakanya menggunakan alat – alat yang telah modern. Alat yang modern ini ditujukan untuk memudahkan dalam berkembangnya sebuah perusahaan. Bila dibandingkan dengan alat – alat yang terdahulu , alat – alat modern ini bisa menjadi faktor pendukung dalam kemajuan sebuah perusahaan.

Usaha umumnya mempunyai sifat yang sama, mereka adalah orang yang mempunyai tenga, keinginan untuk berinovatif, kemauan menerima tanggung jawab pribadi mewujudkan suatu peristiwa dengan cara yang mereka pilih, dan keinginan untuk berprestasi yang sangat tinggi. Menurut Purwanti ( 2012 ) mengatakan bahwa kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha, tidak ada jaminan kesuksesan , tantangan yang berupa kerja keras, tekanan emosional, dan resiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan. Pengusaha harus paham akan kemungkinan gagal. Bukan tidak mungkin kegagalan akan terjadi pada pengusaha. wirausaha bersedia menerima resiko sebgaimana mereka menghadapi kemungkinan terjadinya kegagalan. Karakteristik percaya diri orang yang memiliki keyakinan pada dirinya sendiri merasa dapat menjawab tantangan yang ada di depan mereka, banyak wirausaha yang sukses adalah orang yang mempunyai percaya diri, mengakui adanya masalah tetapi mempercayai kemampuan dirinya untuk mengatasi masalah.

Strategi adalah rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai. Selanjutnya sasaran pasar sangat berpengaruh dalam pemasaran. Orientasi pasar dinilai sebagai salah satu elemen kunci untuk mencapai kinerja perusahaan. Menurut Narver dan Slater ( dikutip dalam Wicaksono dan Nurviasri, 2012 ) orientasi pasar sangat penting dalam manajemen pemasaran modern. Sasaran pasar sangat dibutuhkan dalam pemasaran. Pengusaha harus memahami sasaran pasaran. Sasaran yang dituju harus jelas. Kejelasan sasaran akan memudahkan dalam menentukan pemasaran. Menurut Wibowo, Arifin dan Sunarti (2015) mengatakan bahwa suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Strategi didefinisikan secara khusus sebagai tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan
Menurut Shabastian & Samuel (2013) mengatakan bahwa Harga kadang-kadang mengacu pada kuantitas pembayaran yang diminta oleh penjual barang atau jasa, bukan jumlah pembayaran akhirnya. Ini jumlah yang diminta sering disebut harga meminta harga atau menjual, sedangkan pembayaran yang sebenarnya dapat disebut harga transaksi atau harga diperdagangkan. Demikian juga, harga tawaran atau harga beli adalah jumlah pembayaran yang ditawarkan oleh pembeli barang atau jasa, walaupun berarti ini lebih umum di pasar aset atau keuangan daripada di pasar konsumen. Harga bisa menjadi strategi pemasaran. Strategi dalam harga bisa berupa promo barang dengan potongan – potongan harga.
Dari diatas pengusaha harus memiliki jiwa kewirausahaan. Selain itu, pengusaha harus memiliki daya saing agar dapat bersaiang dalam usahanya. Dengan daya saing yang tinggi memmbuat kreatifitas dan inovasi yang ada pada diri pengusaha muncul sehinggan menimbulkan persaingan yang sehat. Selain itu perlu adanya strategi pemasaran dalam sebuah perusahaan. Strategi pemasaran bisa berupa perencanaan pemasaran rencana A dan B. Kedua rencana ini bis a berbeda dengan tujuan untuk menarik pembeli untuk membeli sebuah barang. Selain itu , strategi harga bisa menjadi peluang untuk menarik pembeli. Penerapan harga dengan menerapkan potongan harga agar bisa menarik pembeli.
Jumlah Kata : 1.010
Hasil Plagiat :
DAFTAR PUSTAKA
Basia,S., & Suprihanto,J. (2016). Strategi Pengembangan Wirausaha Pemuda Dalam Mewujudkan Wirausahawan Mandiri Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga. Jurnal Ketahanan Nasional. 22 (1). 42-60.

Jauhari,J. (2010). Upaya Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (Ukm) Dengan Memanfaatkan E-Commerce. Jurnal Sistem Informasi. 2 (1). 159-168.

Purwanti,E. (2012). Pengaruh Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan Umkm Di Desa Dayaan Dan Kalilondo Salatiga. Jurnal Among Makarti. 5 (9). 13-28.

Putro,S.W., Samuel.H., & Brahmana,K.M.R. (2014). Pengaruh Kualitas Layanan Dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Dan Loyalitas Konsumen Restoran Happy Garden Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran. 2 (1). 1-9.
Shabastian,M. & Samuel,H. (2013). Pengaruh Strategi Harga Dan Strategi Produk Terhadap Brand Loyatly Di Tator Cafe Surabaya Town Square. Jurnal Manajemen Pemasaran. 1 (1). 1-9.

Wibowo,D.H., Arifin,Z., & Sunarti. (2015). Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Umkm (Studi Pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis. 29 (1). 59-66.

Wicaksono,G., & Nuvriasari,A. (2012). Meningkatkan Kinerja Umkm Industri Kreatif Melalui Pengembangan Kewirausahaan Dan Orientasi Pasar: Kajian Pada Peran Serta Wirausaha Wanita Di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY. Jurnal Sosio Humaniora. 3 (4). 27-39.

Widharta,W.Y., & Sugiharto,S. (2013). Penyusunan Strategi Dan Sistem Penjualan Dalam Rangka Meningkatkan Penjualan Toko Damai. Jurnal Manajemen Pemasaran. 2 (1). 1-15