CT26

CT26 (Colon Tumor #26) adalah jenis sel kanker kolon yang berasal dari poliklonal murin yang dikembangkan pada tahun 1975. Sel CT26 diisolasi dari tikus strain BALB/c yang diinduksi dengan N-nitroso-N-methylurethane (NMU). Sel CT26 memiliki karakteristik pertumbuhan karsinoma tingkat IV, mudah untuk diimplantasikan, dan mudah bermetastasis. Karena karakteristiknya tersebut, sel ini digunakan sebagai model percobaan secara in vitro maupun in vivo. Selain itu, sel CT26 bersifat syngeneic pada uji in vivo, sehingga sel ini sering dipakai untuk pengembangan konsep imunoterapi (Castle dkk, 2014).
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan berbagai jenis sel tumor kolon murin. Sel murin didapatkan melalui transplantasi koloni tumor murin dari tikus strain BALB/c yang diinduksi senyawa kimiawi tertentu. Tiap-tiap sel tumor dengan seri berbeda akan memiliki sifat biologi dan farmakologi yang bervariasi, namun pada pengamatan harus dapat mewakili
sifat sel karsinoma seperti pada manusia. Terdapat beberapa jenis sel tumor kolon murin yaitu CT26, CT51, dan CT36. Masing-masing jenil sel menunjukkan variabilitas dalam pertumbuhan, periode laten antara transplantasi dan perkembangan tumor dan juga kematian hewan uji, respon terhadap rejimen terapi dalam uji, serta kemampuan dalam bermetastasis. Pada beberapa penelitian dilaporkan bahwa sel CT26 adalah sel kanker paling agresif pada tingkat pertumbuhan dan kemampuan metastasis (Brattain dkk, 1980).
Sel CT26 akan melekat pada permukaan seperti permukaan
bawah dari culture flask untuk proses pertumbuhannya. Sebelum disubkultur, sel harus dilepaskan ikatannya dari permukaan yang dapat dilakukan dengan cara enzimatis menggunakan tripsin maupun dengan cara mekanik. Untuk sel adherent, massa jenis sel diukur dalam kondisi konfluen. Sel tersebut dikultur dalam medium lengkap RPMI-1640 yang mengandung 10% Fetal Bovine Serum (FBS) pada suhu 37°C dengan aliran 5% CO2 dan 95% udara (ATCC, 2016).